Wakasal Tutup Kegiatan The 4TH International Maritime Security Symposium (IMSS) 2021

0

JAKARTA, Teritorial.com – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono. S.E. M.M. Didampingi Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr(Han). Menutup Kegiatan The 4th International Maritime Security Symposium (IMSS) Tahun 2021, Bertempat di Auditorium Yos Sudarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa 24 Agustus 2021.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dari tanggal 23-24 Agustus 2021 mengusung tema “International Maritime Security Cooperation for Security, Peace and Prosperity,” dan dihadiri 27 Atase Pertahanan (Athan) perwakilan Angkatan Laut dari 37 negara dan sisanya melalui video conference termasuk 22 Kepala Staf Angkatan Laut negara sahabat.

Forum International Maritime Security Symposium (IMSS) ini merupakan sarana memperluas kerja sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan laut. Demikian poin sambutan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. yang diwakili oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono. SE. M.M. saat penutupan kegiatan International Maritime Security Symposium ke-4 Tahun 2021, bertempat di Auditorium Yos Sudarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Bumi Cipulir, Jakarta Selatan. Selasa (24/8).

Event internasional ini dilaksanakan untuk yang keempat kalinya dimana IMSS pertama dan kedua dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2013 dan 2015 sementara IMSS ketiga dilaksanakan di Bali tahun 2017 lalu.

Ke-37 negara tersebut adalah Australia, Bangladesh, Brazil, Brunei, Kamboja, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Iran, Italia, Jepang, Laos, Malaysia, Meksiko, Mozambique, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Thailand, Timor Leste, Turkey, Uni Emirat Arab, United Kingdom, Amerika Serikat dan Vietnam.

”Tantangan bidang maritim di masa depan sangatlah besar, sehingga tidak ada satu negara-pun yang mampu mengatasinya sendiri. Dalam perspektif saya, kerjasama merupakan elemen kunci paling memungkinkan dalam meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas dari tiap bangsa dalam menghadapi permasalahan yang muncul dengan jalan saling melengkapi”, ungkap Kasal.

Simposium selama 2 hari ini akan dibagi dalam 6 sesi dengan topik Biological Defense, Maritime Challenge and Oppoturnity; Humanitarian Assistence and Disasters Relief; Building Asian Sail Training Organization and Asian Tallship Regatta Program; Military and Intelligence Activities in EEZ, Rule and Exercise; Building Maritime Security Information Exchange dan Maritime Unmanned or Autonomous Vehicles Operation, Law of the Sea Perspective.

Share.

Comments are closed.