TERITORIAL.COM, JAKARTA – Djon Afriandi sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), sekaligus peraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer pada tahun 1995, kini memimpin posisi tertinggi di tubuh Komando Pasukan Khusus. Ia resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara militer di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada 10 Agustus 2025.
Dalam momen tersebut, ia dilantik bersamaan dengan dua pimpinan pasukan elite lainnya, yaitu Panglima Korps Marinir dan Panglima Kopasgat.
Perubahan struktur jabatan ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 yang merevisi aturan sebelumnya. Dalam regulasi baru tersebut, jabatan pimpinan pasukan elite yang sebelumnya setingkat komandan dengan pangkat bintang dua, ditingkatkan menjadi panglima dengan pangkat bintang tiga. Seiring dengan amanah barunya, Djon Afriandi yang sebelumnya berpangkat mayor jenderal pun naik menjadi letnan jenderal.
Pendidikan dan Prestasi Militer
Perjalanan pendidikan Djon Afriandi dimulai dari sekolah dasar hingga menengah di Bandung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan militernya di Akademi Militer, Magelang, dan lulus pada 1995 sebagai peraih penghargaan Adhi Makayasa dari kecabangan infanteri Kopassus—sebuah prestasi bergengsi yang menandakan ia sebagai lulusan terbaik.
Selain pendidikan dasar militer, ia juga menempuh berbagai pendidikan lanjutan, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Djon juga memiliki sejumlah kualifikasi elite seperti kemampuan penanggulangan teror, pandu udara, serta sertifikasi terjun payung dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Singapura, dan Korea Selatan. Hal ini menunjukkan pengalamannya yang luas dalam operasi lintas negara dan standar internasional.
Rekam Jejak Penugasan dan Kepemimpinan
Karier militer Djon Afriandi dimulai dari posisi komandan peleton di satuan Kopassus pada akhir 1990-an. Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari komandan kompi, staf operasi, hingga komandan batalyon.
Perjalanan kariernya terus menanjak ketika ia dipercaya bertugas di Pasukan Pengamanan Presiden, sebuah satuan elite yang bertanggung jawab atas keamanan kepala negara. Setelah itu, ia kembali ke Kopassus dan mengisi berbagai posisi penting seperti Asisten Operasi hingga Komandan Grup.
Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar, serta Komandan Resimen Taruna Akmil pada 2022—jabatan yang menandai kenaikan pangkatnya menjadi perwira tinggi bintang satu. Setelah itu, ia sempat menjadi Staf Khusus KSAD sebelum akhirnya dipercaya menjadi Komandan Jenderal Kopassus pada 2024.
Puncak kariernya terjadi ketika ia ditunjuk sebagai Pangkopassus pada 2025. Dengan pengalaman panjang di berbagai lini operasi dan kepemimpinan, Djon Afriandi dinilai memiliki kapasitas kuat untuk memimpin pasukan elite TNI AD dalam menghadapi tantangan strategis ke depan.

