Headline Nasional

TNI AL Usulkan Gajah Mada dan Soedirman Jadi Nama Kapal Induk RI

“Salah satu usulannya ada Gajah Mada, ada Panglima Soedirman,” kata Ali saat ditemui awak media di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis.

Meski demikian, pihak TNI AL belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan pemilihan kedua tokoh tersebut sebagai kandidat nama kapal induk.

Sosok Gajah Mada dan Soedirman Jadi Pertimbangan

Gajah Mada dikenal sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit yang memiliki peran penting dalam sejarah persatuan wilayah Nusantara. Namanya melekat dengan Sumpah Palapa, sebuah ikrar yang sering dianggap sebagai simbol awal gagasan penyatuan wilayah kepulauan Indonesia.

Sementara itu, Panglima Besar Soedirman merupakan figur militer penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai pemimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada masa awal kemerdekaan dan menjadi salah satu jenderal yang memperoleh pangkat kehormatan bintang lima di Indonesia.

Kedua tokoh tersebut dinilai memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat dalam perjalanan bangsa, baik dari sisi persatuan maupun perjuangan militer.

Proses Pengusulan dan Spesifikasi Kapal

Nama-nama tersebut nantinya akan diajukan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mendapatkan persetujuan resmi. Setelah disahkan, nama terpilih akan disematkan secara simbolis pada kapal induk yang dijadwalkan tiba pada tahun 2026.

Kapal induk yang dimaksud merupakan unit bekas bernama Giuseppe Garibaldi, yang sebelumnya digunakan oleh angkatan laut negara lain. Kapal ini memiliki kesamaan dengan dua kapal perang baru TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang juga diproduksi oleh galangan kapal Italia, Fincantieri.

Dari sisi teknis, kapal tersebut memiliki panjang sekitar 180,2 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal ini juga dirancang sebagai kapal pengangkut pesawat tempur dan dilengkapi berbagai sistem persenjataan modern.

Beberapa perlengkapan di antaranya meliputi sistem radar jamming, peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo 324 mm, serta sistem rudal Otomat Mk 2 SSM yang menunjang kemampuan tempur kapal di laut.

Dengan penguatan armada ini, TNI AL menargetkan peningkatan kemampuan pertahanan laut Indonesia di masa mendatang.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS