TERITORIAL.COM, JAKARTA – PT Napindo Media Ashatama (Napindo) resmi membuka rangkaian menuju penyelenggaraan Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2027 Expo & Forum. Acara grand launching tersebut berlangsung pada Selasa (28/7/2026) sebagai penanda perjalanan panjang 25 tahun Napindo dalam mendukung perkembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Pameran internasional yang memasuki penyelenggaraan ke-20 itu dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Juli 2027 di Grand City Convex, Surabaya. Kegiatan tersebut akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri, mulai dari pelaku usaha, produsen teknologi, peternak, akademisi, asosiasi, investor, hingga pemerintah.
Sejak pertama kali digelar pada 2002, Indo Livestock berkembang menjadi salah satu ajang industri peternakan terbesar di Indonesia. Tidak hanya menjadi ruang pamer produk dan teknologi, kegiatan ini juga bertransformasi sebagai wadah pertukaran pengetahuan serta kolaborasi antarindustri di kawasan Asia Tenggara.

Selama lebih dari dua dekade, Indo Livestock terus menghadirkan inovasi dan perkembangan terbaru di sektor peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, perikanan, serta akuakultur. Pameran ini kini diarahkan menjadi ekosistem yang mempertemukan teknologi, edukasi, dan peluang bisnis secara berkelanjutan.
Perjalanan Dua Dekade Menuju Era Baru Industri Peternakan
Penyelenggaraan Indo Livestock 2027 hadir setelah kesuksesan gelaran tahun sebelumnya. Pada Indo Livestock 2026 Expo & Forum, kegiatan tersebut mencatat partisipasi 600 perusahaan dari 30 negara dengan kehadiran tujuh paviliun negara.
Selain itu, ajang tersebut berhasil menarik 20.380 pengunjung profesional dari 47 negara dengan area pameran mencapai 22.000 meter persegi. Capaian tersebut memperkuat posisi Indo Livestock sebagai salah satu pameran rujukan bagi industri peternakan dan kesehatan hewan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga terus meningkat. Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) kembali memberikan dukungan sebagai tuan rumah resmi. Selain itu, sebanyak 51 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas turut mendukung penyelenggaraan pameran ini.
Project Director Napindo, Lisa Rusli, menyampaikan bahwa edisi ke-20 Indo Livestock menjadi momen penting dalam perjalanan pameran internasional tersebut.
“Memasuki edisi ke-20, Indo Livestock sekaligus merayakan 25 tahun perjalanannya. Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar penanda usia, melainkan refleksi atas komitmen berkelanjutan untuk terus menghadirkan platform bisnis dan pertukaran pengetahuan bagi industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, perikanan, dan akuakultur,” ujar beliau dalam sambutannya.
Targetkan Kolaborasi Global dan Penguatan Industri Nasional
Pada penyelenggaraan 2027, Indo Livestock menargetkan kehadiran 300 peserta pameran dari 30 negara, termasuk 10 paviliun negara. Area pameran akan mencakup sekitar 5.169 meter persegi dengan target 15.000 pengunjung profesional selama tiga hari pelaksanaan.
Kegiatan tersebut kembali digelar di Surabaya untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya bagi pelaku industri di Jawa Timur dan wilayah Indonesia bagian timur. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru antara pelaku usaha lokal dengan mitra internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Napindo juga memperkenalkan jadwal penyelenggaraan Indo Livestock 2028 Expo & Forum yang akan berlangsung pada 25–27 Juli 2028 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.
Penyampaian jadwal lebih awal menjadi bagian dari strategi Napindo dalam memberikan kepastian agenda bagi para pelaku industri agar dapat mempersiapkan partisipasi secara lebih optimal.
Melalui penyelenggaraan Indo Livestock 2027, Napindo berharap pameran tersebut terus berkembang sebagai pusat kolaborasi industri yang mampu mendorong inovasi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor peternakan Indonesia di tingkat global

