Tiga gol yang dicatatkan Messi masing-masing pada menit ke-17, 60, dan 76 tidak hanya memastikan kemenangan bagi sang juara bertahan, tetapi juga membuatnya langsung berada di posisi teratas daftar pencetak gol sementara turnamen dengan koleksi tiga gol.
Rekor Baru dan Dominasi Awal Turnamen
Performa tersebut menjadi momen bersejarah bagi Messi karena untuk pertama kalinya ia mencatatkan hattrick sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia. Lebih dari itu, torehan gol tersebut juga membuatnya menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di putaran final Piala Dunia dengan total 16 gol.
Penampilan impresif Messi membuat para pesaingnya harus mengejar dari belakang. Dua nama besar, Kylian Mbappe dari Prancis dan Erling Haaland dari Norwegia, sama-sama mengoleksi dua gol di laga pembuka masing-masing.
Mbappe mencatatkan dua gol ketika Prancis menaklukkan Senegal dengan skor 3-1. Striker Real Madrid tersebut mencetak gol pada menit ke-66 serta di masa tambahan waktu untuk mengamankan kemenangan Les Bleus. Sementara itu, Haaland juga tampil tajam saat Norwegia menang besar 4-1 atas Irak, dengan dua gol yang menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat sepatu emas.
Persaingan Ketat Daftar Top Skor
Selain Mbappe dan Haaland, sejumlah pemain lain juga ikut meramaikan persaingan awal top skor turnamen. Dari Amerika Serikat, Folarin Balogun mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Paraguay. Di kubu Jerman, Kai Havertz juga menyumbang dua gol saat timnya menang telak 7-1 atas Curacao.
Swedia turut memiliki wakil melalui Yasin Ayari yang mencetak dua gol dalam kemenangan 5-1 atas Tunisia. Sementara itu, Elijah Just dari Selandia Baru juga masuk daftar setelah mencetak dua gol dalam hasil imbang 2-2 melawan Iran.
Meski demikian, posisi Messi di puncak klasemen pencetak gol masih belum aman karena sejumlah pertandingan lain di pekan pembuka masih akan berlangsung, termasuk laga-laga besar seperti Portugal melawan Republik Demokratik Kongo, Inggris menghadapi Kroasia, Ghana kontra Panama, serta Uzbekistan melawan Kolombia.
Dengan performa yang masih sangat tajam, Messi kembali menunjukkan bahwa dirinya belum kehilangan ketajaman meski sudah memasuki usia senior. Ia sekaligus menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar top skor maupun trofi Piala Dunia 2026.

