Wellness

Benarkah Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan? Ini Penjelasan dan Manfaatnya

Jakarta, TERITORIAL.COM – Pilates menjadi salah satu pilihan olahraga yang semakin populer karena membantu melatih kekuatan otot, memperbaiki postur tubuh, dan meningkatkan fleksibilitas. Namun, muncul pula anggapan bahwa rutin melakukan Pilates bisa membuat tinggi badan bertambah hingga beberapa sentimeter.

Klaim tersebut ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah pengguna mengaku mengalami peningkatan tinggi badan setelah mengikuti latihan Pilates selama beberapa bulan. Ada yang menyebut tinggi badannya bertambah 2 sentimeter, bahkan hingga 3 sentimeter.

Lantas, benarkah Pilates bisa membuat seseorang bertambah tinggi?

Secara umum, Pilates dapat membantu seseorang berdiri lebih tegak melalui perbaikan postur dan penguatan otot penopang tubuh. Namun, efek ini berbeda dengan pertumbuhan tulang yang membuat tinggi badan benar-benar bertambah.

Benarkah Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Menurut pelatih Pilates dari Minna Pilates, Mindy, latihan ini dapat membantu seseorang terlihat lebih tinggi karena memperbaiki postur tubuh, terutama pada orang yang terbiasa membungkuk.

Postur yang kurang baik bisa membuat tubuh terlihat lebih pendek daripada tinggi sebenarnya. Ketika seseorang mulai berdiri lebih tegak, posisi kepala, bahu, dan tulang belakang menjadi lebih selaras sehingga tinggi badannya dapat tampak berbeda.

Temuan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2024 dan tersedia melalui National Library of Medicine juga menunjukkan adanya perubahan pengukuran tinggi badan saat peserta menggunakan posisi tubuh yang mengaktifkan otot inti seperti dalam Pilates.

Penelitian tersebut melibatkan 48 perempuan dengan usia rata-rata sekitar 60 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa posisi Pilates berkaitan dengan peningkatan tinggi badan terukur hingga 2,7 sentimeter dan penurunan lingkar pinggang hingga 5,2 sentimeter dibandingkan posisi berdiri yang direkomendasikan dalam layanan kesehatan Inggris.

Meski demikian, hasil tersebut perlu dipahami secara hati-hati. Pengukuran dilakukan dalam konteks posisi tubuh, bukan sebagai bukti bahwa Pilates membuat tulang tumbuh lebih panjang. Penelitian dengan jumlah peserta terbatas itu juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa semua orang akan mengalami peningkatan tinggi badan yang sama.

Direktur Pilates dan Yoga di Flow Athletic, Simon Ngo, menjelaskan bahwa efek Pilates lebih berkaitan dengan mengembalikan tinggi badan yang tampak berkurang akibat postur tubuh daripada menambah tinggi badan secara permanen.

Seiring waktu, gravitasi, kebiasaan duduk, dan posisi tubuh sehari-hari dapat memengaruhi kenyamanan serta cara seseorang mempertahankan postur. Latihan yang melibatkan peregangan dan penguatan otot dapat membantu tubuh bergerak lebih leluasa dan mempertahankan posisi yang lebih tegak.

Dengan demikian, Pilates tidak terbukti dapat memperpanjang tulang pada orang dewasa yang pertumbuhan tulangnya sudah selesai. Tinggi badan seseorang tetap dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, hormon, dan kondisi kesehatan.

Apa Itu Pilates?

Pilates adalah metode latihan fisik yang dikembangkan oleh Joseph Pilates. Latihan ini berfokus pada pengendalian gerakan, kekuatan otot inti, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi pernapasan.

Gerakan Pilates dilakukan secara terkontrol dengan memperhatikan ketepatan posisi tubuh. Latihan dapat dilakukan di atas matras maupun menggunakan alat khusus, seperti reformer.

Berbeda dengan latihan angkat beban yang umumnya menekankan beban dan peningkatan kekuatan otot, Pilates lebih menitikberatkan pada kontrol gerakan dan kerja sama berbagai kelompok otot.

Karena dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang, Pilates dilakukan oleh berbagai kelompok usia untuk mendukung kebugaran dan kualitas gerak tubuh.

5 Manfaat Pilates bagi Tubuh

Selain membantu memperbaiki postur, Pilates memiliki sejumlah manfaat yang dapat mendukung kebugaran apabila dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan.

1. Menguatkan otot inti

Salah satu fokus utama Pilates adalah memperkuat otot inti atau core muscles. Kelompok otot ini tidak hanya mencakup perut, tetapi juga otot punggung, pinggul, bokong, dan sisi tubuh.

Menurut Cleveland Clinic, otot inti berperan penting dalam menopang tubuh dan membantu seseorang melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Otot inti yang kuat membantu menjaga kestabilan tubuh saat duduk, berdiri, berjalan, maupun mengangkat barang. Latihan Pilates melibatkan otot-otot tersebut melalui gerakan yang terkontrol dan berulang.

Pelatih Pilates Mindy menjelaskan bahwa latihan ini juga melibatkan otot-otot kecil yang membantu menjaga kestabilan dan ketepatan gerakan.

2. Meningkatkan fleksibilitas

Pilates menggabungkan gerakan penguatan otot dengan peregangan. Kombinasi tersebut dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi.

Fleksibilitas yang baik memudahkan seseorang melakukan aktivitas seperti membungkuk, meraih benda, atau memutar tubuh.

Latihan secara bertahap juga dapat membantu mengurangi kekakuan akibat terlalu lama duduk atau kurang bergerak. Namun, peningkatan fleksibilitas bergantung pada kondisi awal, konsistensi latihan, dan kemampuan masing-masing orang.

3. Membantu menjaga keseimbangan dan koordinasi

Pilates melatih tubuh untuk mempertahankan posisi dan mengendalikan gerakan dengan lebih baik. Kemampuan tersebut berkaitan dengan kekuatan otot inti, koordinasi, serta propriosepsi, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi dan pergerakannya tanpa harus selalu melihat anggota tubuh yang bergerak.

Keseimbangan dan koordinasi penting untuk berbagai kegiatan, mulai dari berjalan hingga menaiki tangga. Pada orang lanjut usia, latihan keseimbangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi risiko jatuh.

Meski begitu, manfaat Pilates akan bergantung pada jenis gerakan dan kondisi peserta. Orang yang memiliki gangguan keseimbangan atau kondisi medis tertentu sebaiknya menyesuaikan latihan dengan arahan tenaga profesional.

4. Melatih pengaturan napas

Dalam Pilates, pernapasan menjadi bagian dari latihan, bukan sekadar aktivitas yang berlangsung secara otomatis. Peserta diajak mengatur napas sambil mempertahankan posisi dan melakukan gerakan.

Pola pernapasan yang terkontrol membantu seseorang menjaga fokus dan mengoordinasikan gerakan dengan lebih baik.

Latihan pernapasan juga dapat membantu sebagian orang merasa lebih rileks. Namun, Pilates bukan pengganti penanganan medis untuk gangguan pernapasan atau masalah kesehatan lainnya.

5. Mendukung kesehatan mental

Seperti bentuk aktivitas fisik lainnya, Pilates dapat menjadi sarana untuk mengurangi ketegangan dan mendukung kesejahteraan mental.

Saat berlatih, seseorang perlu memusatkan perhatian pada gerakan, posisi tubuh, dan pernapasan. Fokus tersebut dapat membantu mengalihkan perhatian sejenak dari aktivitas yang memicu stres.

Aktivitas fisik juga berkaitan dengan suasana hati yang lebih baik. Meski demikian, respons setiap orang berbeda, dan Pilates tidak dapat menggantikan bantuan profesional jika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.

Apakah Pilates Cocok untuk Semua Orang?

Pilates dapat menjadi pilihan latihan bagi pemula maupun orang yang sudah terbiasa berolahraga. Namun, intensitas dan jenis gerakannya perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Bagi pemula, mengikuti kelas dengan instruktur yang kompeten dapat membantu memastikan posisi tubuh dan teknik gerakan dilakukan dengan benar. Mulailah dari gerakan dasar sebelum mencoba latihan yang lebih menantang.

Orang yang sedang mengalami cedera, memiliki nyeri punggung berkepanjangan, atau mempunyai kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai latihan.

Pada akhirnya, Pilates dapat membantu memperbaiki postur, memperkuat otot, dan meningkatkan fleksibilitas. Seseorang mungkin terlihat lebih tinggi setelah posturnya membaik, tetapi hal tersebut tidak sama dengan pertumbuhan tulang atau pertambahan tinggi badan permanen.

Karena itu, manfaat Pilates sebaiknya tidak hanya diukur dari perubahan angka pada alat pengukur tinggi badan, tetapi juga dari kemampuan bergerak, kestabilan tubuh, dan kebugaran secara keseluruhan.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Wellness

5 Posisi Tidur yang Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Hindari!

Jakarta, teritorial.com – Asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa mengganggu kualitas tidur. Rasa perih di dada, sensasi terbakar di
Wellness

Menkes Budi Sebut Laki-laki dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

TERITORIAL.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin memberi peringatan kepada masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan agar terhindar dari