TERITORIAL.COM, JAKARTA – Sebuah studi menunjukkan bahwa menjaga pola tidur yang konsisten dapat menurunkan risiko obesitas dan gangguan metabolik pada anak laki-laki.
Temuan ini menegaskan bahwa tidur yang cukup dan teratur berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh sejak usia dini.
Tidur Teratur Kurangi Lemak Tubuh
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang memenuhi durasi tidur memiliki kadar lemak yang jauh lebih rendah di semua area tubuh, termasuk lemak di bawah kulit dan lemak di sekitar organ dalam.
Mereka juga memiliki tingkat penanda peradangan dalam darah yang lebih rendah, yang menandakan risiko lebih kecil terhadap peradangan kronis dan penyakit jantung.
Penelitian ini juga melibatkan 638 anak usia sekolah dari tiga kelompok etnis utama di Singapura.
Para peneliti menggabungkan data dari laporan pengasuh mengenai pola tidur anak, hasil pembacaan alat pelacak aktivitas (wearable tracker), serta pemindaian pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk menilai kadar lemak di perut, yang dipublikasikan pada Senin (27/10).
Efek Lebih Lemah pada Anak Perempuan
Hubungan antara pola tidur dan kadar lemak tubuh juga ditemukan pada anak perempuan, namun pengaruhnya lebih lemah.
Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh perbedaan biologis atau perilaku antara anak laki-laki dan perempuan dalam cara tubuh mereka merespons pola tidur yang tidak teratur.
Lemak perut, terutama yang menumpuk di sekitar organ dalam (lemak visceral), dikenal memiliki hubungan erat dengan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang stabil dapat menjadi langkah preventif penting dalam mencegah risiko penyakit di masa depan.
Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Tidak Efektif
Peneliti juga menemukan bahwa banyak anak usia sekolah berusaha menebus kurang tidur di hari sekolah dengan tidur lebih lama di akhir pekan.
Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini tidak efektif menurunkan risiko obesitas maupun kadar lemak di perut.
Pola tidur yang tidak konsisten justru dapat mengganggu ritme biologis tubuh dan berdampak negatif pada metabolisme.
“Temuan ini memiliki implikasi penting bagi orang tua, sekolah, dan pembuat kebijakan,” ujar Shirong Cai, penulis senior studi tersebut.
“Pola tidur yang konsisten sepanjang pekan merupakan kunci untuk melindungi kesehatan metabolisme anak, bukan hanya membiarkan anak tidur lebih lama di akhir pekan.”

