Headline Wellness

Varian Baru Covid Cicada BA.3.2 Jadi Perhatian Dunia

Illustrasi Varian Covid Cicada BA.3.2 Jadi Perhatian Dunia. (Doc. Freepik)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Kemunculan varian baru Covid-19 kembali menarik perhatian global. Varian yang dikenal dengan sebutan “Cicada” atau berkode BA.3.2 kini tengah dipantau secara serius oleh otoritas kesehatan dunia karena jumlah mutasinya yang cukup tinggi serta penyebarannya yang mulai meluas.

Mengutip laporan USA Today (25/3/2026), varian ini telah terdeteksi di lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan sejumlah wilayah di Eropa. Penyebarannya yang lintas benua menjadi sinyal bahwa virus SARS-CoV-2 masih terus mengalami perkembangan.

Di Amerika Serikat, keberadaan varian ini bahkan teridentifikasi melalui berbagai metode pemantauan, termasuk analisis limbah yang digunakan untuk melacak tren penyebaran virus di masyarakat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun memasukkan BA.3.2 sebagai varian yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Pemantauan penyebaran BA.3.2 memberikan informasi penting terkait kemampuannya menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi,” tulis CDC dalam laporannya.

Nama “Cicada” sendiri diberikan karena karakteristik kemunculannya yang sempat “menghilang” sebelum kembali terdeteksi dalam jumlah lebih besar. Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada November 2024, namun sempat hanya muncul dalam jumlah kecil sebelum akhirnya meningkat sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Para ahli mencatat bahwa varian ini memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi, jumlah yang jauh melampaui beberapa varian sebelumnya, termasuk JN.1. Kondisi ini membuat para peneliti terus memantau potensi perubahan perilaku virus, terutama terkait penyebaran dan respons imun.

Gejala Tidak Banyak Berubah

Meskipun memiliki jumlah mutasi yang tinggi, manifestasi gejala yang ditimbulkan oleh varian Cicada sejauh ini masih serupa dengan varian Covid-19 sebelumnya. Beberapa gejala yang umum dilaporkan antara lain demam, batuk, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, pilek, serta hilangnya kemampuan penciuman atau perasa.

Selain itu, sakit tenggorokan yang cukup parah juga menjadi salah satu keluhan yang sering muncul pada pasien yang terinfeksi.

“Saya belum melihat data yang menunjukkan varian ini lebih parah dibandingkan varian yang beredar saat ini,” kata Hopkins.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan secara genetik, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan varian sebelumnya.

Vaksin Masih Efektif, Kewaspadaan Tetap Penting

Banyaknya mutasi pada varian ini memunculkan kekhawatiran terkait efektivitas vaksin. Namun, para ahli menilai bahwa vaksin yang tersedia saat ini masih mampu memberikan perlindungan terhadap gejala berat serta risiko kematian.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami secara menyeluruh dampak varian ini, termasuk kemungkinan menjadi varian dominan di masa mendatang.

Para pakar kesehatan juga kembali mengingatkan pentingnya langkah pencegahan dasar. Mulai dari melakukan tes saat mengalami gejala, isolasi mandiri jika positif, hingga penggunaan masker, terutama di ruang publik atau saat berinteraksi dengan orang lain.

“Jika positif, tetap di rumah sampai sembuh dan gunakan masker N95 saat berada di sekitar orang lain,” ujarnya.

Selain itu, vaksinasi dan booster tetap menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko infeksi berat. Kebersihan diri serta kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan juga menjadi faktor kunci dalam menekan penyebaran virus.

Kemunculan varian Cicada menjadi pengingat bahwa pandemi belum sepenuhnya berakhir. Meski belum terbukti lebih berbahaya, penyebarannya yang luas menuntut masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Wellness

5 Posisi Tidur yang Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Hindari!

Jakarta, teritorial.com – Asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa mengganggu kualitas tidur. Rasa perih di dada, sensasi terbakar di
Wellness

Menkes Budi Sebut Laki-laki dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

TERITORIAL.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin memberi peringatan kepada masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan agar terhindar dari