Jakarta, Teritorial.Com – Pemerintah mempertimbangkan tidak menawarkan wisata di Lombok ke delegasi dan turis yang datang dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali Oktober nanti. Ini karena Lombok masih dalam proses pemulihan dari gempa.
“Kalau lombok sudah benar-benar siap, kita promosikan, kalau tidak, tidak akan kita jual untuk IMF,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman,kemarin.
Kalau pun nantinya Lombok tidak menjadi destinasi wisata saat acara IMF-World Bank, dia menjelaskan masih ada destinasi wisata lain yang juga sudah disiapkan pemerintah.
Menurut Arief daerah-daerah yang ditawarkan untuk wisata saat ajang IMF-World Bank nanti antara lain Bali, Yogyakarta, Banyuwangi, Toba, Tana Toraja, Komodo-Flores, dan Sumba.
“Kalau terjadi, masih ada 6 destinasi lain, ditawarkan yang lain. Tentu last minute kita akan cek,” sebutnya.
Dia pun mengatakan, rutin datang ke Lombok dalam rangka pemulihan kawasan tersebut dari gempa. Diharapkan Oktober mendatang Lombok siap sebagai destinasi unggulan yang ditawarkan saat IMF-World Bank.
“Kita berharap memang Oktober nanti sudah selesai, namun saya pastikan tidak akan menjual destinasi kita yang berisiko,” tambahnya.