Balikpapan, Teritorial.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XII-Balikpapan, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Zeni TNI AD baru saja melakukan penandatanganan 6 paket pekerjaan pembangunan jalan perbatasan di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dengan panjang 132 km senilai Rp 330,72 miliar.
Ruas jalan di Provinsi Kaltim yang ditandatangani kontraknya, yakni ruas jalan Batas Kalimantan Barat-Tiong Ohang (Zeni) 1 sepanjang 15 km, dan ruas Long Pahangai-Long Boh (Zeni) 2 sepajang 20 km dengan total nilai kontrak sebesar Rp 87,45 miliar.
Sementara sisanya adalah pembangunan empat ruas jalan perbatasan di Kaltara, di antaranya ruas Long Nawang-Long Pujungan (Buka Hutan) 1 sepanjang 30 km, Long Nawang-Long Pujungan (Buka Hutan) 2 sepanjang 30 km, Long Pujungan-Long Kemuat-Langap (Buka Hutan) 3 sepanjang 20 km dan Long Pujungan-Long Kemuat-Langap (Buka Hutan) 4 sepanjang 17 km. Total nilai kontrak keempat ruas tersebut Rp 243,27 miliar.
Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan, masyarakat di jalan perbatasan Kalimantan sudah sangat menunggu pembangunan jalan tersebut karena dengan dibangunnya akses jalan tersebut akan mempercepat pertumbuhan di setiap sektor yang ada.
“Kerjakan dengan bagus, sesuai dengan spesifikasi, volume dan mutu kerja. Hari ini telah dicanangkan Gerakan Nasional Keselamatan Konstruksi, betul-betul dicek desainnya hingga metode pelaksanaannya,” katanya dalam keterangan resmi, seperti dikutip,Selasa (30/1/2018).
Selain kontrak pembangunan jalan, juga dilakukan penandatanganan kontrak untuk kegiatan preservasi sebanyak 3 paket yakni preservasi rekonstruksi ruas Sangata-Akses Pelabuhan Maloy sepanjang 1,29 km dengan kontraktor PT Hamdan Sari, ruas Simpang Perdu-MA. Wahau sepanjang 3 km dengan kontraktor PT Alvi Sinar Abadi dan preservasi rehabilitasi Gunung Tabur-Tanjung Batu sepanjang 4 km dengan kontraktor PT Swadaya Bhakti Guna. Total nilai kontraknya sebesar Rp 66,51 miliar.
Seperti diketahui, pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan merupakan salah satu prioritas Kementerian PUPR mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga NKRI.
Kementerian PUPR menargetkan jalan perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.921 km dapat tembus seluruhnya pada tahun 2019. Progres pembangunan jalan perbatasan Kalimantan hingga tahun 2017 yakni di Provinsi Kalimantan Barat sepanjang 850 km sudah tembus 742,41 km, Kalimantan Timur sepanjang 244 km sudah tembus 167,07 km dan Kalimantan Utara sepanjang 827 km sudah tembus 673 km.
Kondisi jalan yang sudah tembus tidak seluruhnya beraspal namun masih ada dalam bentuk perkerasan tanah yang secara bertahap akan ditingkatkan kualitasnya. (ROS)