Tangerang, Teritorial.com – Rencana pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja di Desa Cisereh, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, ditolak warga sekitar. Gara-garanya, ada makam yang diyakini keramat.
Penolakan itu dilontarkan warga RT 01 RW 01 Desa Cisereh, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Mereka menolak pembangunan Jalan Tol Serpong-Tigaraksa yang melintasi kampung mereka . Alasannya, rencana pembangunan tol tersebut menyentuh pemakaman di TPU Cisereh, termasuk sejumlah makam yang dianggap keramat.
“Kita tahunya tol kena makam pas udah ada patok. Masyarakat menolak karena ada makam keluarganya juga di situ,” kata Ketua RT 01 RW 01 Cisereh, Madrohim, saat ditemui di rumahnya, Selasa (6/3/2018).
Madrohim menyatakan perangkat desa sempat memberikan sosialisasi terkait tanah yang terkena pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja. Namun saat itu warga tak paham dan belum tahu pembangunan jalan tol juga menyentuh makam. Begitu tahu jalan tol menyentuh makam, warga menolak.
Penolakan itu, kata Mudrahim, sudah disampaikan kepada perangkat desa. Mudrahim mengatakan hingga kini belum ada kepastian apakah pembangunan jalan tol itu akan tetap menyentuh makam atau tidak. “Saya dengar kabar tolnya mau digeser. Katanya petanya mau dibuat lagi,” tutur Madrohim.
Selain pemakaman umum, Madrohim menyebut ada 5 makam yang dianggap keramat. Dia juga menjadi ahli waris makam tersebut. Madrohim mengatakan makam itu sudah dianggap keramat sejak dulu oleh para kakek hingga buyutnya. Sebab, ada makam leluhur kampung. Ada 5 makam sesepuh. Buyut Tunggal, Ratu Siti Aisyah, Muhammad Firdaus, Abah Manahong, Haniyatul Firdaus,” ungkap Madrohim.
Madrohim mengatakan Abah Manahong merupakan pria asal China yang memeluk agama Islam. Berdasarkan informasi yang didapatkan Madrohim, Abah Manahong hidup sekitar 700 tahun silam. “Makam itu sudah 700 tahun ke atas. Abah Manahong itu orang China yang masuk Islam. Sedangkan Buyut Tunggal iu guru agamanya Abah Manahong”, ujar Adrohim. (SON)