Daerahku Headline

Sebulan Pasca Tragedi Kalibata, Pedagang Belum Diganti Rugi

Pedagang kuliner Kalibata menyampaikan tuntutan ganti rugi sebulan pasca tragedi kerusuhan
Pedagang Kuliner Kalibata menunjukkan bukti kerusakan saat konferensi pers, sebulan pasca tragedi kerusuhan yang menghancurkan lapak usaha dan hingga kini belum ada kejelasan ganti rugi.

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Satu bulan pasca tragedi kerusuhan di Kawasan Kuliner Kalibata, para pedagang yang terdampak masih belum mendapatkan kejelasan terkait ganti rugi maupun bantuan pemulihan usaha. Kondisi pasca tragedi Kalibata ini membuat banyak pedagang berada dalam situasi ekonomi yang semakin sulit.

Setelah insiden kerusuhan tersebut, para pedagang telah mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dengan memenuhi panggilan pihak kepolisian, baik dari Polres Metro Jakarta Selatan maupun Polda Metro Jaya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kerja sama guna mempermudah dan mempercepat proses penyidikan.

Namun, hingga kini nasib para pedagang masih memprihatinkan. Sebagian dari mereka kesulitan untuk kembali membuka usaha karena sebelumnya menggunakan dana pinjaman sebagai modal. Tanpa pemasukan selama lebih dari satu bulan, beban ekonomi semakin berat. Bahkan, tidak sedikit pedagang yang mengalami trauma dan memilih pulang ke kampung halaman sambil menunggu kepastian dan perkembangan lebih lanjut.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kawasan Kuliner Kalibata pada 12 Januari 2026, para pedagang menyampaikan bahwa hingga satu bulan pasca tragedi Kalibata, belum ada kepastian mengenai pihak yang akan memberikan ganti rugi atau bantuan. Mereka berharap adanya dukungan yang dapat meringankan beban sekaligus membantu pemulihan usaha kuliner yang menjadi sumber utama penghidupan.

Para pedagang juga menyuarakan harapan agar mendapatkan perhatian serius, termasuk pemulihan pasca trauma akibat tragedi yang telah menghancurkan usaha mereka. Menurut informasi yang diterima, terdapat beberapa pihak yang menyatakan niat untuk membantu, di antaranya staf Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Anggota Komisi III DPR, serta komunitas Petir. Namun, hingga satu bulan berlalu sejak tragedi Kalibata ini terjadi, para pedagang mengaku belum menerima bantuan apa pun.

“Kami berharap proses ini tidak berlarut-larut karena kami membutuhkan bantuan untuk segera melanjutkan hidup dari usaha kami yang hancur. Hal ini seharusnya tidak kami alami,” ujar Henny Maria, salah satu pedagang yang terdampak kerusuhan.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dapat segera memberikan kepastian mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk membantu pemulihan kawasan Kuliner Kalibata. Mereka menilai kejelasan tersebut sangat penting agar para pedagang dapat kembali bangkit dan menjalankan usaha tanpa dibayangi ketidakpastian berkepanjangan.

Selain bantuan materi, para pedagang juga berharap adanya pendampingan psikologis serta jaminan keamanan agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka menegaskan bahwa keberlangsungan kawasan Kuliner Kalibata tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga pada roda perekonomian masyarakat sekitar yang selama ini bergantung pada aktivitas kawasan tersebut.

taradea

taradea

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr