Daerahku Headline

Jakarta Dikepung Air: 17 Rukun Tetangga Terparah di Timur dan Barat, Banjir Capai 1,5 Meter

Jakarta Dikepung Air: 17 Rukun Tetangga Terparah di Timur dan Barat, Banjir Capai 1,5 Meter

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Ibu Kota kembali menghadapi ancaman banjir serius setelah hujan deras yang mengguyur wilayah metropolitan dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah wilayah terendam, dengan total 17 Rukun Tetangga (RT) di dua wilayah administrasi yang kini berstatus siaga. Ketinggian air di beberapa titik kritis bahkan telah menyentuh angka 1,5 meter, memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Data terkini dari BPBD per hari ini, Kamis (29/1/2026), menunjukkan bahwa penyebaran genangan air terkonsentrasi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Kondisi ini dipicu oleh luapan sungai dan buruknya sistem drainase lokal akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

Sebaran Genangan Air di Ibu Kota

Laporan resmi BPBD DKI Jakarta menggarisbawahi bahwa dari total 17 RT yang terendam, ketinggian air menunjukkan variasi yang cukup ekstrem, mulai dari 30 sentimeter (cm) hingga puncaknya mencapai 1,5 meter. Skala ketinggian air ini menunjukkan perlunya respons cepat, terutama di area yang terendam parah.

Wilayah Terdampak Utama:

Jakarta Timur (Jaktim)

Jakarta Timur menjadi area dengan jumlah titik banjir terbanyak. Kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai kerap menjadi langganan genangan. Mayoritas RT di Jaktim mengalami genangan berkisar antara 50 cm hingga 1 meter, mengganggu akses jalan utama dan memaksa sejumlah sekolah serta perkantoran untuk menunda operasional normal.

Jakarta Barat (Jakbar)

Di Jakarta Barat, meskipun jumlah RT yang terendam sedikit lebih rendah, tingkat keparahan air tercatat paling tinggi. Genangan kritis setinggi 1,5 meter terdeteksi di beberapa permukiman padat penduduk. Ketinggian air ini sudah berada di level yang mengancam keselamatan dan mengharuskan evakuasi segera.

Baca juga : Cara Cek Lokasi Banjir Jakarta Secara Real Time

“Kami mencatat kenaikan drastis ketinggian air di beberapa titik di Jakarta Barat. Ketinggian 1,5 meter berarti rumah-rumah warga sudah terendam hingga setinggi dada orang dewasa. Tim gabungan telah dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, melalui keterangan resminya.

Respons Cepat dan Upaya Penanggulangan Banjir Jakarta

Menanggapi meluasnya genangan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan seluruh posko siaga bencana di tingkat kota dan kecamatan. BPBD bekerja sama erat dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) serta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk meminimalkan dampak lebih lanjut.

Langkah-langkah taktis yang tengah dijalankan meliputi:

  1. Penyedotan Air Skala Besar: Pengerahan puluhan unit pompa mobile dan stasioner dilakukan secara maraton di titik-titik krusial untuk mengurangi volume air di jalanan dan permukiman.
  2. Pemantauan Pintu Air: Intensitas pemantauan ketinggian permukaan air di berbagai pintu air utama, termasuk Pintu Air Manggarai dan Karet, ditingkatkan statusnya untuk mengantisipasi kiriman air dari hulu.
  3. Logistik dan Evakuasi: Kesiapan perahu karet dan kebutuhan logistik dasar (makanan siap saji, selimut, obat-obatan) disiapkan untuk disalurkan ke posko pengungsian jika kondisi memaksa warga mengungsi.

BPBD juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran kali dan daerah dataran rendah, untuk selalu mengikuti arahan petugas dan segera melakukan evakuasi mandiri jika ketinggian air terus meningkat di atas 1 meter.

Antisipasi Cuaca dan Peringatan Dini

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi curah hujan lebat masih akan berlanjut di wilayah Jabodetabek dalam 24 hingga 48 jam ke depan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

BPBD memastikan sistem peringatan dini berbasis komunitas telah diaktifkan, termasuk penggunaan sistem sirene dan pengiriman pesan singkat (SMS blast) ke warga di zona risiko tinggi. Ini bertujuan agar warga memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan dokumen penting dan segera menuju lokasi aman sebelum genangan mencapai titik maksimal.

Genangan yang melanda 17 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Barat, dengan kedalaman air yang mencapai 1,5 meter, menjadi pengingat serius bagi Ibu Kota akan kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi. Meskipun upaya penanggulangan oleh BPBD dan instansi terkait terus dilakukan secara maksimal, kewaspadaan publik tetap menjadi kunci. Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memonitor situasi secara real-time dan melakukan langkah mitigasi struktural jangka panjang guna mengurangi dampak berulang dari bencana banjir. Warga diminta untuk tetap memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari otoritas setempat.

Donnydev

Donnydev

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr