TERITORIAL.COM, JAKARTA –Peristiwa mencekam melanda kawasan Cimuning, Bekasi, setelah sebuah gudang pengisian Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dilalap si jago merah. Insiden yang terjadi secara mendadak ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan pekerja dan warga sekitar, serta menyebabkan belasan orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api pertama kali muncul dari dalam area pengisian gas. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran hebat ini dipicu oleh adanya kebocoran gas pada salah satu instalasi pipa atau tabung. Situasi diperparah dengan adanya korsleting atau arus pendek listrik yang kemudian menyambar gas yang sudah memenuhi ruangan, sehingga ledakan dan api besar tak terelakkan.
Saksi mata menyebutkan bahwa api merambat dengan sangat cepat, mengingat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang tersebut. Kepulan asap hitam pekat bahkan terlihat membumbung tinggi dari jarak beberapa kilometer, menandakan besarnya skala kebakaran yang terjadi di objek vital tersebut.
Belasan Korban Luka dan Kerusakan Parah
Dampak dari insiden ini sangat fatal. Tercatat sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka, mayoritas merupakan pekerja yang berada di lokasi saat ledakan terjadi. Para korban segera dievakuasi oleh tim medis dan warga ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar yang diderita.
Selain korban luka, bangunan SPBE Cimuning dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat parah. Sebagian besar struktur bangunan hangus terbakar dan atap gudang roboh akibat suhu panas yang ekstrem. Tidak hanya area gudang, api juga sempat mengancam pemukiman di sekitar lokasi sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran.
Upaya Pemadaman dan Situasi Terkini
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengerahkan sejumlah armada untuk menjinakkan api. Petugas sempat kesulitan memadamkan api karena risiko ledakan tabung gas yang masih tersisa di dalam gudang. Namun, setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil melakukan lokalisir api sehingga tidak merambat lebih luas ke rumah warga.
Baca juga : Ada Perbaikan Jalan, Lalin Rasuna Said Arah Mampang Macet
Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan petugas tengah melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi (hotspot). Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk memulai proses investigasi mendalam guna memastikan penyebab pasti dari kebocoran gas dan korsleting listrik tersebut.
Penutup dan Imbauan Keselamatan
Tragedi kebakaran di SPBE Cimuning ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengelola industri gas akan pentingnya standar keamanan dan pemeliharaan instalasi listrik secara berkala. Kewaspadaan terhadap kebocoran sekecil apa pun sangat krusial untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta memberikan ruang bagi pihak berwenang untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap fakta di balik musibah ini. Terkait operasional pengisian elpiji di wilayah tersebut, diharapkan ada langkah mitigasi agar pasokan gas ke masyarakat tetap terjaga meskipun salah satu titik pengisian mengalami kerusakan berat.

