TERITORIAL.COM, JAKARTA – Aparat kepolisian bersama tim penanggulangan bencana bergerak cepat menangani amblesnya talud di kawasan wisata Telaga Ngebel, Ponorogo. Kejadian ini langsung ditindaklanjuti dengan pengamanan area guna mencegah potensi risiko bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Ngebel, Nuryadi, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan tindakan awal dengan memasang garis pembatas setelah menerima laporan dari warga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi insiden lanjutan di area yang terdampak.
“Kami langsung memasang pembatas di lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Nuryadi, Senin (6/4).
Kondisi Tanah Masih Labil, Potensi Longsor Susulan
Selain pengamanan lokasi, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kondisi tanah serta struktur talud yang mengalami kerusakan. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa area tersebut masih berada dalam kondisi tidak stabil.
Tanah di sekitar titik ambles dinilai masih berpotensi mengalami pergerakan, sehingga kemungkinan terjadinya longsor susulan tetap terbuka. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna menentukan langkah penanganan lanjutan yang tepat, termasuk rencana perbaikan talud.
“Koordinasi terus kami lakukan untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan talud,” ujarnya.
Dipicu Hujan Deras, Kerugian Capai Puluhan Juta
Peristiwa amblesnya talud ini terjadi pada Minggu (5/4) siang, setelah kawasan Telaga Ngebel diguyur hujan deras selama kurang lebih satu jam. Intensitas hujan yang tinggi diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan struktur tanah melemah hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.
Akibat kejadian tersebut, bagian talud mengalami penurunan dengan kedalaman sekitar satu meter. Area yang terdampak memiliki panjang kurang lebih 15 meter, sementara retakan yang muncul mencapai lebar sekitar 30 sentimeter.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp20 juta. Kerusakan ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk sementara waktu menjauhi area terdampak. Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan, mengingat kondisi tanah yang masih rawan.
“Kami minta masyarakat dan wisatawan tetap waspada dan tidak mendekat ke lokasi karena masih rawan,” kata Nuryadi.

