Lewat unggahan di media sosial masing-masing, sejumlah akun seperti Volix, Ngomongin Uang, Pandemic Talks, hingga Proud Project menegaskan tidak pernah menjalin hubungan resmi dengan Bakom RI. Mereka juga menyatakan tidak pernah menghadiri agenda, konferensi pers, ataupun komunikasi formal bersama lembaga tersebut.
Volix, misalnya, secara terbuka menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah terlibat dalam aktivitas apa pun yang diselenggarakan Bakom RI. Dalam pernyataannya, akun tersebut menulis, “Volix tidak pernah menghadiri pertemuan, press conference, maupun acara apa pun yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI). Volix BUKAN mitra resmi sebagai media pendukung pemerintah, dan TIDAK PERNAH berkomunikasi langsung dengan pihak BAKOM RI terkait hal tersebut.”
Pernyataan serupa juga datang dari Ngomongin Uang. Media edukasi finansial itu menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima undangan ataupun menjalin komunikasi langsung dengan Bakom RI, baik melalui pertemuan tatap muka maupun secara digital. Karena itu, mereka membantah narasi yang menyebut akun tersebut telah “digandeng” pemerintah.
Pandemic Talks turut menyampaikan klarifikasi mengenai isu serupa. Akun tersebut menepis kabar yang menyebut mereka direkrut oleh Bakom RI. Dalam keterangannya disebutkan, “Pandemic Talks TIDAK DIREKRUT oleh Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (BAKOM RI).”
Mereka menjelaskan bahwa keterlibatan dalam Indonesia New Media Forum (INMF) semata-mata dilakukan untuk memperluas jejaring antarpelaku media digital. Forum tersebut disebut lahir dari inisiatif komunitas media baru dan bukan dibentuk oleh pemerintah.
Bakom Sebut Gandeng New Media untuk Distribusi Informasi
Sementara itu, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya memang menjalin kolaborasi dengan sejumlah pelaku media digital atau yang dahulu populer dengan istilah homeless media. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan guna memperluas distribusi informasi terkait program dan kinerja pemerintah kepada publik yang lebih luas.
Qodari mengatakan komunitas New Media Forum menjadi bagian dari strategi komunikasi pemerintah di era digital. Ia menilai media baru memiliki jangkauan kuat di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, hingga X.
Dalam keterangannya, Qodari turut menyebut sejumlah nama media digital yang diklaim masuk dalam jaringan tersebut. Beberapa di antaranya ialah Folkative, Narasi, Dagelan, GNFI, Kok Bisa?, Bapak-Bapak ID, hingga berbagai akun edukasi dan komunitas kreatif lainnya.
Menurutnya, keterlibatan media digital menjadi cara pemerintah menyesuaikan pola komunikasi publik yang kini tidak lagi hanya bergantung pada media konvensional.

