TERITORIAL.COM, JAKARTA – Di ruang praktiknya yang tenang di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, Darmawati menyambut dengan senyum hangat. Perempuan berkaca mata ini bukan sekadar praktisi kesehatan, melainkan juga seorang ibu, pendidik, sekaligus pegiat edukasi yang konsisten menyuarakan pentingnya kesehatan anak sejak dini.
Darmawati – yang titel lengkapnya Darmawati, S.Si, M.Si, C.Ht – meyakini bahwa anak adalah anugerah sekaligus titipan Tuhan. Sebagai titipan, menurutnya, orang tua memegang tanggung jawab besar untuk menjaga dan membesarkan anak sebaik mungkin. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang tua yang diliputi kebingungan saat menghadapi realitas tumbuh kembang anak yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
“Masalahnya sering dimulai dari hal sederhana,” ujarnya. “Anak sulit makan, berat badan tidak naik, hingga kondisi yang lebih kompleks seperti alergi atau gangguan psikologis.” Dalam situasi seperti itu, banyak orang tua – terutama ibu – mudah panik. Informasi yang tersebar di internet, yang kerap tidak utuh, justru memperparah keadaan. Alih-alih memahami akar masalah, langkah yang diambil sering kali hanya berfokus pada pemberian obat.
Padahal, Darmawati menekankan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Lulusan Sarjana Biologi dan Master Sains Imunologi dari Universitas Airlangga ini memahami betul bagaimana sistem imun bekerja. Ia bahkan tercatat sebagai lulusan termuda di program magisternya. Baginya, kunci kesehatan anak terletak pada pemahaman terhadap kebutuhan dasar tubuh.
“Tubuh itu diciptakan sempurna. Selama kita mendengar sinyalnya dan memberikan apa yang dibutuhkan – terutama nutrisi yang tepat dan kebiasaan hidup yang baik- maka tubuh akan pulih dengan sendirinya,” jelasnya. Dengan sistem imun yang optimal, anak tidak hanya lebih jarang sakit, tetapi juga pulih lebih cepat tanpa keluhan berulang.
Edukasi dan Investasi Jangka Panjang Generasi
Pemahaman inilah yang kemudian ia terjemahkan dalam praktik kesehatan holistik yang ia jalankan di BSD City. Fokusnya bukan sekadar mengobati gejala, melainkan membantu pasien menemukan akar penyebab masalah kesehatan. Pendekatan ini juga didukung oleh keahliannya sebagai Certified Hypnotherapist, yang memadukan aspek fisik dan mental dalam proses penyembuhan.
Selain praktik, Darmawati juga aktif mengedukasi masyarakat. Ia pernah bekerja sama dengan rumah sakit seperti RS Omni Alam Sutera -yang kini dikenal sebagai RS EMC Alam Sutera – serta Eka Hospital BSD City. Kini, ia semakin intens menjangkau publik melalui platform digital dengan konten yang berfokus pada kesehatan anak.
Kecintaannya pada dunia anak bukan hal baru. Saat masih kuliah, ia pernah mengajar anak-anak sekolah dasar, dan kemudian setelah menyelesaikan kuliahnya menjadi guru di salah satu sekolah swasta di BSD City. Pengalaman itu membentuk perspektifnya bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh perhatian pada kesehatan sejak dini.
Sejalan dengan itu, pemerintah saat ini juga tengah mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, penulis buku “Anti Panik Membesarkan Anak” ini menilai tujuan program tersebut sangat relevan: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang layak sebagai fondasi pertumbuhan.
“Kalau kebutuhan dasar anak terpenuhi, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya sehat, tetapi juga mampu berpikir jernih dan berkontribusi,” ujarnya.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup, kehadiran sosok seperti Darmawati menjadi penting. Ia tidak hanya menawarkan solusi, tetapi juga membangun kesadaran. Bahwa kesehatan anak bukan semata urusan medis, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Sebagai ibu dari dua anak, Darmawati memegang prinsip sederhana namun kuat: menjadi istri dan ibu yang memberi manfaat bagi keluarga, sekaligus insan yang membawa dampak positif bagi sebanyak mungkin orang. Dari ruang praktiknya di BSD City hingga layar-layar gawai masyarakat Indonesia, ia terus menyuarakan satu pesan utama – anak yang sehat adalah fondasi Indonesia yang kuat di masa depan. (fz)

