Dunia Headline

Putin Sebut Hubungan Rusia-Tiongkok Makin Solid

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Presiden Vladimir Putin menyatakan hubungan antara Rusia dan Tiongkok kini berada pada fase paling kuat sepanjang sejarah kerja sama kedua negara. Pernyataan itu disampaikan saat Putin bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Putin menyebut Xi Jinping sebagai “teman baik” dan mengutip sebuah peribahasa Tiongkok untuk menggambarkan kedekatan hubungan kedua pemimpin.

“Saya mengenang dengan hangat partisipasi bersama tahun lalu dalam perayaan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II,” kata Putin, dikutip dari Anadolu.

Pertemuan berlangsung di Fujian Hall, Great Hall of the People, Beijing. Dalam pidatonya, Putin menilai hubungan Moskow dan Beijing telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang menyeluruh di berbagai sektor.

Ia mengingatkan bahwa sekitar dua dekade lalu, Rusia dan Tiongkok menandatangani Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bertetangga Baik yang menjadi dasar hubungan bilateral hingga sekarang.

“Hari ini hubungan kami telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi contoh nyata kemitraan strategis menyeluruh,” ujarnya.

Putin juga mengatakan rombongan Rusia yang datang ke Tiongkok kali ini terdiri dari pejabat pemerintahan, pelaku bisnis, hingga perwakilan organisasi sosial dan pendidikan. Hal itu disebut menunjukkan luasnya kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Perdagangan Rusia dan Tiongkok Tumbuh Pesat

Dalam pembahasan kerja sama ekonomi, Putin menegaskan hubungan dagang Rusia dan Tiongkok terus menunjukkan peningkatan signifikan selama 25 tahun terakhir. Menurutnya, nilai perdagangan kedua negara kini meningkat lebih dari 30 kali lipat dibanding seperempat abad lalu.

Ia menyebut transaksi perdagangan bilateral dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten melampaui angka 200 miliar dolar AS per tahun.

“Batu penjuru kerja sama ekonomi adalah kolaborasi energi Rusia-Tiongkok. Meski terjadi krisis di Timur Tengah, Rusia tetap menjadi pemasok sumber daya yang dapat diandalkan dan Tiongkok menjadi konsumen yang bertanggung jawab,” katanya.

Selain sektor energi, Putin menyebut kerja sama di bidang industri, pertanian, transportasi, dan teknologi tinggi juga terus berkembang. Proyek-proyek bersama di sektor tersebut kini menjadi fokus utama hubungan ekonomi kedua negara.

Tak hanya itu, hubungan antarmasyarakat Rusia dan Tiongkok juga dinilai semakin erat. Putin mengatakan kebijakan bebas visa yang diterapkan kedua negara membantu meningkatkan pertukaran masyarakat dan memperkuat hubungan sosial budaya.

Rusia dan Tiongkok Perkuat Koordinasi Global

Dalam bidang geopolitik, Putin menilai koordinasi Rusia dan Tiongkok memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas internasional di tengah berbagai ketegangan global saat ini.

Menurutnya, Moskow dan Beijing memiliki pandangan serupa terkait pentingnya menghormati kedaulatan setiap negara dan mendukung keberagaman sistem pembangunan dunia.

“Bersama sahabat kami dari Tiongkok, kami mendukung keberagaman budaya dan penghormatan terhadap jalur pembangunan berdaulat tiap negara demi membentuk tatanan dunia yang lebih adil dan demokratis,” ujarnya.

Putin mengatakan kedua negara juga terus memperkuat kerja sama dalam berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, BRICS, G20, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai atau SCO.

Selain itu, Putin memastikan dirinya akan menghadiri KTT APEC 2026 di Shenzhen pada November mendatang. Ia juga mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Rusia tahun depan.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam