Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan infrastruktur digital nasional karena merupakan alokasi daya terbesar yang pernah disiapkan untuk satu kawasan pusat data di Indonesia. Ketersediaan energi dalam skala besar tersebut akan menjadi fondasi utama dalam mendukung kebutuhan komputasi awan, layanan hyperscale, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat.
Pasokan Listrik Jumbo untuk Menjawab Lonjakan Kebutuhan AI
Perjanjian penyediaan listrik yang telah diamankan sejak tahap awal proyek dirancang menggunakan skema dua jalur pasokan independen masing-masing sebesar 725 MVA. Model ini memungkinkan terciptanya sistem kelistrikan dual-feed yang menawarkan tingkat keandalan tinggi untuk mendukung operasional pusat data dengan tingkat kritikalitas yang sangat tinggi.
Dengan kepastian pasokan energi untuk seluruh area kampus, Digital Edge dan PLN menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Ketersediaan listrik dalam jumlah besar sejak awal pembangunan dinilai menjadi faktor utama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan komputasi akibat percepatan adopsi AI di berbagai sektor.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa PLN terus memperkuat dukungannya terhadap perkembangan industri digital nasional melalui penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan industri data center mencerminkan semakin pesatnya perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sektor strategis ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” ujar Darmawan.
Investasi US$4,5 Miliar dan Fokus pada Efisiensi Energi
Kampus CGK dibangun dengan nilai investasi mencapai US$4,5 miliar dan dirancang khusus untuk menangani kebutuhan komputasi berintensitas tinggi. Infrastruktur yang dikembangkan mengedepankan efisiensi energi sekaligus kesiapan menghadapi beban kerja AI generasi berikutnya.
Fasilitas ini ditargetkan memiliki annualized Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25, salah satu standar efisiensi terbaik di industri pusat data. Selain mengejar sertifikasi LEED, pengelola juga akan menerapkan penggunaan energi terbarukan, sistem daur ulang air, hingga teknologi pendinginan cair yang semakin dibutuhkan dalam operasional server AI berdaya tinggi.
CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menilai pencapaian pembangunan CGK1 dan kepastian pasokan daya menjadi bukti optimisme perusahaan terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia.
“Topping out CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” kata Stephanus Oscar.
“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data — kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa.”
Lokasi Strategis dan Jadwal Operasional Bertahap
Pembangunan kampus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pelanggan yang telah memberikan komitmen penggunaan layanan. Gedung CGK1 ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2026. Selanjutnya, gedung kedua dan ketiga dijadwalkan menyusul masing-masing pada kuartal pertama dan kuartal kedua 2027.
Secara geografis, kawasan ini berada kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data utama di Cikarang dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 serta EDGE2 yang berada di pusat Jakarta. Posisi tersebut memberikan keuntungan berupa konektivitas berlatensi rendah menuju pusat bisnis sekaligus memperkuat jaringan digital nasional.
Untuk mendukung operasionalnya, kampus ini akan terhubung dengan infrastruktur telekomunikasi milik Indonet yang merupakan anak usaha Digital Edge di Indonesia. Selain itu, jalur serat optik baru yang seluruhnya ditanam di bawah tanah juga disiapkan guna meningkatkan keandalan serta ketahanan jaringan komunikasi data di masa mendatang.

