TERITORIAL.COM, JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus mempercepat pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Infrastruktur yang membentang sepanjang 248 meter tersebut dibangun sebagai solusi atas keterbatasan akses transportasi masyarakat yang selama ini harus menghadapi medan sulit, terutama saat menyeberangi Sungai Alas.
Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi penghubung utama bagi warga desa, khususnya anak-anak yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah. Selama bertahun-tahun, kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat karena akses yang terbatas berdampak pada kegiatan pendidikan, perekonomian, hingga mobilitas sehari-hari.
Dansubsatgas Jembatan sekaligus Danrindam Iskandar Muda (IM), Brigjen TNI Ali Imran, mengatakan pembangunan jembatan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah yang masih tergolong terisolasi.
“Semoga jembatan ini nantinya bermanfaat bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, pendidikan anak sekolah, hingga pemulihan ekonomi,” tambah Brigjen TNI Ali Imran.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Dengan hadirnya akses penyeberangan yang lebih aman dan layak, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan saat melakukan aktivitas, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.
Lampaui Rekor Jembatan Perintis Sebelumnya
Brigjen TNI Ali Imran menjelaskan bahwa jembatan gantung yang sedang dibangun di Kabupaten Aceh Tenggara akan menjadi jembatan perintis terpanjang di Provinsi Aceh. Panjang bentang mencapai 248 meter tersebut melampaui jembatan gantung perintis yang sebelumnya dibangun di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan panjang 240 meter.
Keberadaan jembatan baru ini dinilai menjadi pencapaian penting dalam pembangunan infrastruktur di Aceh, sekaligus menunjukkan upaya pemerintah bersama TNI untuk memperluas konektivitas antarwilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.
“Jembatan di Sekerak Aceh Tamiang 240 meter. Namun ini lebih panjang, terbentang 248 meter di atas Sungai Alas. Mudah-mudahan Agustus ini sudah rampung,” ujarnya.
Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Setelah beroperasi, jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar. Selain memberikan manfaat bagi sektor pendidikan melalui akses yang lebih mudah menuju sekolah, kehadiran jembatan ini juga diyakini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih optimal.

