Dunia Headline

AS Kritik Klaim China Jadikan Wilayah LCS sebagai Cagar Alam

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Amerika Serikat menyatakan penolakannya terhadap keputusan terbaru China yang menetapkan kawasan Scarborough Reef di Laut China Selatan (LCS) sebagai cagar alam nasional. Washington menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber perselisihan antara China dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Scarborough Reef atau dikenal China sebagai Pulau Huangyan merupakan kawasan atol karang yang berada di Laut China Selatan. Wilayah tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu area dengan sumber daya perikanan melimpah. Lokasinya berada sekitar 240 kilometer dari Pulau Luzon, Filipina, dan berjarak jauh dari wilayah daratan utama China.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Tommy Pigott, menyampaikan kritik terhadap langkah Beijing tersebut melalui pernyataan resmi pada Sabtu (8/8/2026).

“Amerika Serikat menolak upaya berkelanjutan China untuk memberlakukan ‘cagar alam nasional’ yang memicu destabilisasi di Scarborough Reef,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott pada Sabtu (8/8), dalam rilis resmi.

Menurut Pigott, kebijakan China tersebut dapat membatasi aktivitas nelayan Filipina yang selama ini bergantung pada wilayah perairan sekitar Scarborough Reef sebagai lokasi penangkapan ikan tradisional.

China dan Filipina Kembali Bersitegang di Laut China Selatan

Pigott menyebut tindakan Beijing sebagai bentuk lain dari upaya sepihak yang menggunakan alasan perlindungan lingkungan untuk memperkuat klaim wilayah maritimnya. Ia menilai langkah tersebut dilakukan dengan mengabaikan kepentingan negara-negara sekitar yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut.

“Ini adalah upaya sepihak lain dari China yang menggunakan dalih lingkungan dan hukum yang meragukan, yang memaksa, untuk memajukan klaim teritorial dan maritimnya di Laut China Selatan dengan mengorbankan negara-negara tetangga,” imbuh dia.

Amerika Serikat juga menegaskan dukungannya kepada Filipina yang menjadi salah satu mitra strategis Washington di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah AS menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah China secara resmi menerapkan status cagar alam nasional untuk wilayah Scarborough Reef atau Huangyan Island. Kawasan itu juga menjadi wilayah yang diklaim oleh Filipina dan dikenal Manila dengan nama Bajo de Masinloc.

Sengketa Klaim Wilayah yang Belum Berakhir

Rencana pembentukan cagar alam di Scarborough Reef sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Dewan Negara China pada September 2025. Pemerintah China menyatakan langkah tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang di kawasan tersebut.

Namun, klaim China terhadap sebagian besar wilayah Laut China Selatan masih menjadi perdebatan internasional. Pada 2016, Pengadilan Arbitrase Internasional menyatakan klaim luas China di wilayah tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Ketegangan antara China dan Filipina juga terus terjadi akibat berbagai aktivitas di perairan sengketa. Salah satu insiden terbaru melibatkan kapal China yang disebut menggunakan meriam air terhadap kapal nelayan Filipina di sekitar Scarborough Reef.

Perselisihan tersebut membuat Scarborough Reef tetap menjadi salah satu titik panas dalam dinamika geopolitik Laut China Selatan, terutama karena melibatkan kepentingan strategis, keamanan maritim, dan akses sumber daya laut.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam