JAKARTA, TERITORIAL.COM – Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. resmi membuka Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-75 pada Senin (21/9/2026).
Program tersebut diikuti 110 peserta dari berbagai elemen strategis bangsa. Para peserta berasal dari kalangan akademisi, birokrat, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri.
Dalam amanat pembukaan, Ace Hasan menekankan peran PPNK sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai elemen bangsa. Menurutnya, program ini juga penting untuk membangun kesadaran mengenai tanggung jawab bersama terhadap masa depan Indonesia.
“Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai elemen bangsa sekaligus membangun jembatan pemahaman bahwa masa depan Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, persatuan harus terus diperkuat agar Indonesia mampu mandiri, berdiri di atas kaki sendiri, dihormati di kancah global, dan mengambil peran penting dalam dunia internasional,” tegas Ace Hasan.
PPNK Jadi Wadah Memperkuat Persatuan
Menurut Ace Hasan, keberagaman latar belakang peserta dapat menjadi kekuatan untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai kepentingan bangsa.
Selain menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai kebangsaan, PPNK mempertemukan berbagai perspektif dari unsur masyarakat yang memiliki peran strategis di bidang masing-masing.
Melalui program ini, peserta didorong untuk memperkuat persatuan. Mereka juga diharapkan mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan sektoral.
Dengan demikian, PPNK tidak hanya menjadi forum pembelajaran. Program ini juga membuka ruang dialog dan memperkuat jejaring antarelemen bangsa.
Ace Hasan Dorong Indonesia Berdikari
Ace Hasan juga mengajak seluruh peserta memperkuat semangat kemandirian bangsa. Indonesia diharapkan mampu berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.
Pada saat yang sama, Indonesia perlu memiliki posisi yang kuat dan dihormati dalam pergaulan internasional.
Menurut Ace Hasan, persatuan dan kemandirian menjadi modal penting bagi Indonesia. Kedua hal tersebut dapat memperkuat kemampuan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam dinamika global.
110 Peserta dari Lintas Elemen
PPNK Angkatan ke-75 diikuti 110 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari akademisi, birokrat, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri.
Keragaman tersebut diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran. Selain itu, pertemuan lintas elemen dapat memperluas jaringan kebangsaan para peserta.
Sebelumnya, P4N Angkatan ke-70 juga diikuti 110 peserta dari berbagai latar belakang dalam program pendidikan Lemhannas yang dibuka Ace Hasan pada Juni 2026.
Pertukaran perspektif juga menjadi bagian penting dalam program ini. Melalui interaksi antarpeserta, PPNK diharapkan dapat membangun kesamaan visi mengenai tantangan dan masa depan Indonesia.
Nilai Kebangsaan Jadi Fondasi Indonesia Maju
Ace Hasan menegaskan bahwa pemantapan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa.
“Pemantapan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme menjadi salah satu pondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak cukup berhenti sebagai materi pembelajaran. Para peserta perlu menerapkannya dalam lingkungan kerja, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.
Dengan penerapan tersebut, nilai-nilai kebangsaan diharapkan dapat menjadi bagian dari sikap dan tindakan peserta dalam menjalankan perannya di masyarakat.
Membangun Tanggung Jawab Kolektif
Program PPNK Angkatan ke-75 juga diharapkan membangun kesadaran bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Lemhannas RI mempertemukan berbagai unsur strategis untuk membangun pemahaman bersama. Fokusnya mencakup persatuan, kemandirian, dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga ketahanan nasional. Informasi mengenai program dan kegiatan Lemhannas RI juga dapat dilihat melalui situs resmi Lemhannas RI.
Melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan tersebut, para peserta diharapkan dapat mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. Selain itu, mereka diharapkan mampu mendorong Indonesia memiliki peran strategis di tingkat global.

