TERITORIAL.COM, JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia resmi membuka pelaksanaan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-70. Upacara pembukaan digelar di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026), dan dipimpin oleh Gubernur Lemhannas, Tubagus Ace Hasan Syadzily.
Program pendidikan tersebut diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari beragam latar belakang. Mereka terdiri atas perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparatur sipil negara (ASN), perwakilan lembaga pemerintahan, hingga organisasi kemasyarakatan. Keikutsertaan peserta dari berbagai sektor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi kepemimpinan nasional dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Dalam keterangannya kepada awak media di Ruang Dwi Warna Pura Gedung Pancagatra Lemhannas RI, Ace menjelaskan bahwa pendidikan ini dirancang untuk memperluas wawasan strategis para peserta, khususnya mengenai berbagai aspek penting yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara.
“Tentu kita harapkan para peserta ini akan digembleng, diharapkan diberikan pemahaman tentang geopolitik, geoekonomi, geostrategi, pertahanan nasional, kewaspadaan nasional, serta Astagatra,” kata Ace kepada awak media di Ruang Dwi Warna Pura Gedung Pancagatra Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Selasa.
Pendidikan Berlangsung Lebih dari Lima Bulan
Menurut Ace, seluruh rangkaian pendidikan akan berlangsung selama lima bulan 15 hari dan dijadwalkan berakhir pada Desember 2026. Selama mengikuti program tersebut, para peserta akan memperoleh pembelajaran mengenai berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi fondasi ketahanan nasional.
Materi yang diberikan meliputi kajian mengenai kondisi geografis Indonesia, dinamika kependudukan, pengelolaan sumber daya alam, hingga aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Seluruh materi tersebut disusun agar peserta memiliki kemampuan menganalisis persoalan strategis secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan dalam lingkup kepemimpinan.
Selain pembelajaran di dalam kelas, Lemhannas juga menerapkan beragam metode agar proses pendidikan berjalan lebih efektif. Para peserta tidak hanya menerima materi melalui ceramah, tetapi juga terlibat dalam diskusi panel, pembahasan studi kasus, diskusi kelompok, hingga forum antarkelompok yang mendorong pertukaran gagasan serta pengalaman antarpeserta.
“Mereka nanti akan belajar selama di Lemhannas dengan metode ceramah, diskusi panel, diskusi studi kasus, diskusi kelompok, dan diskusi antarkelompok. Nanti juga akan dilakukan studi strategik dalam negeri, studi strategik luar negeri, serta menyelesaikan tugas akhir yang kita sebut sebagai taskap,” ucap Ace.
Melalui kombinasi pembelajaran teoritis dan praktik lapangan, Lemhannas berharap lulusan P4N Angkatan ke-70 mampu memiliki perspektif yang lebih luas terhadap berbagai isu strategis nasional maupun global. Program ini juga ditujukan untuk membentuk calon pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir komprehensif, mengedepankan kepentingan nasional, serta mampu merumuskan solusi terhadap tantangan yang dihadapi Indonesia di masa mendatang.

