Foto

Bawaslu Perkuat Penegakan Hukum Pemilu, Sinkronisasi UU Pemilu dengan KUHP dan KUHAP Jadi Fokus

TERITORIAL COM, JAKARTA – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mulai mempersiapkan sistem penegakan hukum pemilu menghadapi era baru reformasi hukum nasional. Melalui diskusi yang digelar di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Senin (29/6), Bawaslu mendorong harmonisasi antara Undang-Undang Pemilu dengan KUHP dan KUHAP agar penegakan hukum pemilu semakin efektif dan memberikan kepastian hukum.

Bawaslu Perkuat Penegakan Hukum Pemilu, Sinkronisasi UU Pemilu dengan KUHP dan KUHAP Jadi Fokus

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menilai pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru menjadi momentum penting yang akan membawa perubahan besar terhadap mekanisme penanganan tindak pidana pemilu.

Menurutnya, pembaruan hukum nasional tidak hanya menjadi peluang untuk membangun sistem hukum yang lebih modern dan responsif, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi penyelenggara pemilu dalam menjaga integritas demokrasi.

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej (kiri) bersama Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda (kedua kiri) dan Guru besar Ilmu Pidana Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Aswanto (kedua kanan) saat Bawaslu RI menggelar diskusi paradigma dan isu baru KUHP nasional (UU Nomor 1 Tahun 2023) di kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Bagja menegaskan, kepastian hukum merupakan kunci terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu menyamakan persepsi agar sinkronisasi antara UU Pemilu, KUHP, dan KUHAP mampu memperkuat perlindungan terhadap demokrasi, bukan justru menimbulkan ketidakpastian hukum.

Diskusi tersebut menghadirkan Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, serta manta Hakim Mahkamah Konstitusi Aswanto.

Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia Puadi memberikan sambutan saat Bawaslu RI menggelar diskusi paradigma dan isu baru KUHP nasional (UU Nomor 1 Tahun 2023) di kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Bawaslu berharap forum ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sistem penegakan hukum pemilu sekaligus menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.

Ridwan Pribadi

About Author

You may also like

Foto

Jokowi Lantik Marsekal Hadi Tjahjanto Sebagai Panglima TNI

Jakarta, Teritorial.com-  Presiden Joko Widodo (kanan) menyematkan tanda pangkat kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) saat upacara pelantikan