Dunia Headline

Penelitian Bahtera Nuh di Turki Temukan Struktur Aneh

JAKARTA, Teritorial.com – Penelitian terbaru mengenai Bahtera Nuh di Turki kembali menarik perhatian setelah tim pakar internasional menemukan struktur tak biasa di bawah Formasi Durupinar. Pemindaian menggunakan radar dilaporkan memperlihatkan sejumlah pola seperti garis lurus, persimpangan siku-siku, dan ruang berukuran besar di bawah permukaan.

Formasi Durupinar berada di wilayah timur Turki dan telah lama dikaitkan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh. Namun, temuan terbaru tersebut belum dapat menjadi bukti bahwa lokasi itu merupakan bahtera yang disebut dalam kisah keagamaan.

Peneliti Temukan Struktur di Bawah Durupinar

Tim peneliti kembali melakukan pemeriksaan terhadap Formasi Durupinar untuk mengetahui apakah struktur tersebut terbentuk secara alami atau merupakan hasil konstruksi manusia.

Dilansir dari Geo News, pemindaian radar menunjukkan pola yang dinilai tidak biasa. Beberapa di antaranya berupa garis lurus, sudut yang saling berpotongan, serta ruang besar yang oleh peneliti diduga menyerupai koridor atau ruangan.

Andrew Jones, peneliti asal Amerika sekaligus pendiri Noah’s Ark Scans, menyatakan penelitian yang dilakukan timnya mengarah pada kesimpulan bahwa struktur tersebut merupakan objek buatan manusia.

Meski demikian, pernyataan tersebut masih berupa klaim dari tim penelitian. Hingga kini belum terdapat penelitian yang telah melalui proses peer review dan secara independen membuktikan bahwa struktur di bawah Durupinar memang dibuat manusia.

Penggalian Masih Terus Dilakukan

Untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat, tim penelitian yang dipimpin arkeolog Cenker Atila telah mengumpulkan sekitar 1.000 sampel tanah dari 150 lokasi di sekitar Formasi Durupinar.

Selain pengambilan sampel, tim juga mulai melakukan pengeboran inti. Penelitian tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kondisi lapisan tanah dan struktur yang berada di bawah permukaan.

Peneliti juga menyiapkan robot khusus bernama Gopher. Perangkat tersebut direncanakan digunakan untuk menjelajahi ruang bawah tanah yang sulit atau berisiko dijangkau secara langsung oleh manusia.

Robot itu nantinya dapat merekam kondisi bagian dalam sekaligus mengambil sampel dari lokasi tertentu. Dengan demikian, penelitian diharapkan dapat menghasilkan data tambahan sebelum kesimpulan mengenai asal-usul struktur tersebut dibuat.

Belum Ada Bukti Bahtera Nabi Nuh

Walaupun temuan penelitian terbaru menjadi perhatian, hubungan antara Formasi Durupinar dan Bahtera Nuh di Turki masih menjadi perdebatan.

Tim peneliti belum menemukan bagian kapal yang terbuat dari kayu. Selain itu, belum ada penelitian ilmiah yang telah melalui peninjauan sejawat yang menyatakan bahwa struktur tersebut merupakan konstruksi manusia, terlebih mengidentifikasinya sebagai Bahtera Nabi Nuh.

Karena itu, temuan radar dan hasil pengambilan sampel saat ini lebih tepat dipandang sebagai bagian dari proses penelitian. Kesimpulan akhir masih membutuhkan bukti arkeologis dan geologis yang dapat diverifikasi secara independen.

Formasi Durupinar dan Kisah Nabi Nuh

Formasi Durupinar mulai menarik perhatian setelah diidentifikasi melalui foto udara pada 1959. Struktur tersebut memiliki panjang sekitar 160 meter dan bentuknya dianggap menyerupai kapal. Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut berkaitan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh.

Dalam tradisi Islam, kisah Nabi Nuh AS dan banjir besar juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Nabi Nuh diperintahkan Allah SWT membuat kapal sebagai sarana keselamatan bagi dirinya dan orang-orang yang beriman ketika banjir melanda kaumnya.

Namun, keberadaan Formasi Durupinar sebagai lokasi Bahtera Nuh masih belum terkonfirmasi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan menjadi penting untuk membedakan antara temuan ilmiah yang dapat dibuktikan dan interpretasi yang masih berupa dugaan.

Untuk saat ini, Bahtera Nuh di Turki tetap menjadi objek penelitian sekaligus perdebatan antara pendekatan arkeologi, geologi, dan keyakinan keagamaan. Hasil penggalian, analisis sampel, serta penelitian berikutnya akan menentukan seberapa jauh temuan di Formasi Durupinar dapat menjelaskan asal-usul struktur tersebut.

Kontributor

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam