Jakarta, TERITORIAL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka Gedung Balai Kota untuk masyarakat melalui program Namu Balai Kota. Program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mengenal lebih dekat lingkungan kantor pemerintahan, mulai dari ruang kerja gubernur hingga berbagai fasilitas yang selama ini jarang diakses oleh masyarakat umum.
Program yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini bertujuan menjadikan Balai Kota sebagai ruang publik yang lebih terbuka. Tidak hanya untuk melihat aktivitas pemerintahan, masyarakat juga dapat mengikuti beragam kegiatan edukasi, seni, budaya, kuliner, serta aktivitas komunitas.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan bahwa program tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Menurutnya, Pramono menginginkan Balai Kota menjadi tempat yang dapat dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan.
Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat mengikuti tur ke sejumlah area di Balai Kota, seperti Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City. Warga juga berkesempatan mengunjungi studio produksi berita dan mencoba langsung pengalaman menjadi presenter.
Selain itu, Ruang Pola di lantai 2 Balai Kota turut dibuka sebagai ruang kegiatan bagi komunitas. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, termasuk pemutaran film, diskusi, dan kegiatan kreatif lainnya.
Namu Balai Kota juga menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati oleh anak-anak dan keluarga. Salah satunya adalah Kids on Air di Studio Berita Jakarta, yang memungkinkan anak-anak mencoba menjadi reporter sekaligus mengenal proses pembuatan berita. Pengunjung juga dapat menikmati permainan tradisional, pertunjukan seni, dan kegiatan komunitas.
Tak hanya menawarkan wisata edukasi, program ini turut menyediakan sejumlah layanan publik dalam satu lokasi. Warga dapat memanfaatkan layanan pengurusan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, serta Perpustakaan Keliling.
Tersedia pula pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, pembukaan rekening Bank Jakarta, hingga konsultasi perizinan usaha. Pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan pemilahan sampah dan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Untuk mengikuti program ini, masyarakat perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara gratis melalui kanal digital Jakarta Smart City. Informasi mengenai kegiatan dan kunjungan juga dapat diakses melalui laman Smart City Jakarta dan aplikasi JAKI.
Uji coba Namu Balai Kota telah dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), komunitas, hingga anak-anak dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).
Pramono menyebut antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Tingginya minat pengunjung bahkan menyebabkan antrean pendaftaran lebih panjang dari perkiraan. Pemprov DKI Jakarta pun berencana melakukan evaluasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran kegiatan.
Setelah melalui tahap uji coba dan evaluasi, Namu Balai Kota direncanakan berlangsung secara berkala setiap dua minggu sekali pada akhir pekan. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal lingkungan pemerintahan sekaligus memanfaatkan fasilitas dan layanan yang tersedia.
Melalui program ini, Balai Kota tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas pemerintahan, tetapi juga ruang interaksi yang memungkinkan masyarakat mengenal lebih dekat pelayanan publik, sejarah, serta kehidupan sosial dan budaya Jakarta.

