Campuz

JIS Raih Penghargaan Dunia, Atap Buka-Tutup 3.900 Ton Jadi Sorotan

Tim PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) saat menerima penghargaan Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 di Singapura, Rabu (7/10/22026) malam.

Jakarta, TERITORIAL.COM – Jakarta International Stadium (JIS) kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Stadion yang berada di Jakarta Utara tersebut meraih penghargaan dalam ajang Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 yang berlangsung di Singapura pada Rabu (7/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan untuk proyek “Jakarta International Stadium – Engineering Largest Retractable Roof” yang diajukan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung). Proyek JIS menjadi pemenang pada kategori Structural Engineering atau Rekayasa Struktur.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas proses rekayasa struktur dalam pembangunan atap buka-tutup JIS yang memiliki skala besar dan tingkat kompleksitas tinggi.

Manajer Digitalisasi Teknik WIKA Gedung, Arddhanu Zunanto Hardhi, mengatakan pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi para insinyur Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Menurut Arddhanu, penghargaan tersebut juga menunjukkan bahwa tenaga teknik Indonesia memiliki kemampuan untuk mengerjakan proyek infrastruktur berskala besar dan kompleks.

Ia berharap semakin banyak karya anak bangsa yang mendapatkan pengakuan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat global.

JIS Masuk Finalis dari 300 Lebih Proyek

JIS sebelumnya masuk dalam jajaran 36 proyek finalis YII Awards 2026. Jumlah tersebut diseleksi dari lebih dari 300 submisi proyek yang berasal dari organisasi di 53 negara.

Para finalis kemudian dinilai oleh dewan juri independen dalam 12 kategori yang mencakup berbagai bidang dan tahapan dalam siklus hidup infrastruktur, termasuk industri serta disiplin teknik.

Selain JIS, terdapat sejumlah proyek dari Indonesia yang turut masuk dalam daftar finalis YII Awards 2026. Namun, JIS menjadi proyek Indonesia yang berhasil meraih penghargaan pada kategori Structural Engineering.

Dalam presentasi final, tim WIKA Gedung menjelaskan proses perancangan dan pembangunan struktur atap JIS yang dapat dibuka dan ditutup. Teknologi tersebut menjadi salah satu bagian paling kompleks dalam pembangunan stadion.

Atap JIS Berbobot 3.900 Ton

JIS memiliki kapasitas sekitar 82.000 penonton dan dibangun dengan struktur atap yang dapat dibuka dan ditutup. Atap tersebut memiliki bobot sekitar 3.900 ton dengan bentang sekitar 270 meter.

Salah satu tahapan paling menantang dalam pembangunan JIS adalah proses pengangkatan struktur atap. Tim proyek melakukan pengangkatan atap hingga sekitar 65 meter menggunakan sistem hidrolik.

Untuk mengurangi risiko selama proses konstruksi, tim menggunakan berbagai teknologi digital untuk melakukan analisis struktur, simulasi beban angin, pemodelan konstruksi, hingga simulasi proses pengangkatan atap sebelum pekerjaan dilakukan di lapangan.

Pendekatan tersebut memungkinkan tim mengidentifikasi potensi persoalan dan konflik pekerjaan lebih awal sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan ketika konstruksi berlangsung.

Bentley Systems mencatat bahwa proyek JIS memanfaatkan sejumlah perangkat lunak dalam proses tersebut, termasuk Bentley LumenRT, LEGION, ProStructures, STAAD, dan SYNCHRO.

Dibangun di Lahan Berair Jakarta Utara

Tantangan pembangunan JIS tidak hanya berasal dari struktur atapnya. Stadion ini dibangun di kawasan Jakarta Utara yang memiliki kondisi tanah dan lingkungan yang menantang.

Dalam dokumentasi proyeknya, Bentley menyebut lokasi pembangunan JIS berada di kawasan lahan basah yang sebelumnya memiliki kondisi tergenang air. Karena itu, proses perencanaan dan konstruksi membutuhkan pendekatan rekayasa yang cukup kompleks.

Tim proyek kemudian menggunakan pemodelan digital untuk membantu proses perencanaan sebelum pekerjaan fisik dilakukan.

Teknologi tersebut digunakan mulai dari analisis struktur dan simulasi beban angin hingga pemodelan konstruksi empat dimensi untuk mensimulasikan tahapan pekerjaan di lapangan.

Untuk proyek dengan struktur sebesar JIS, simulasi menjadi penting karena kesalahan dalam tahapan konstruksi dapat menimbulkan risiko keselamatan sekaligus berdampak terhadap waktu dan biaya pembangunan.

JIS Jadi Bukti Kemampuan Insinyur Indonesia

Arddhanu menilai penghargaan YII Awards 2026 bukan hanya menjadi apresiasi terhadap JIS, tetapi juga menjadi bukti kemampuan tenaga teknik Indonesia dalam mengerjakan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Ia berharap keberhasilan JIS dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak insinyur Indonesia untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing dan mendapat pengakuan di dunia internasional.

Bagi Jakarta, JIS juga menjadi salah satu fasilitas olahraga berskala besar yang terus dikembangkan dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Stadion tersebut sebelumnya menjadi salah satu venue penting dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 FIFA 2023. Bentley juga mencatat JIS sebagai stadion sepak bola berkapasitas 82.000 penonton yang dibangun dengan standar teknis tinggi.

Dengan penghargaan YII Awards 2026, JIS kini kembali mendapat perhatian di tingkat internasional, khususnya dari sisi rekayasa struktur dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan infrastruktur.

Penghargaan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk menangani proyek konstruksi yang memiliki struktur besar, kompleks, dan membutuhkan tingkat presisi tinggi.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Campuz Nasional

KPK Tinjau Ulang Kasus Pencucian Uang Setya Novanto Pasca Bebas Bersyarat

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini meminta perkembangan terbaru dari Bareskrim Polri terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian
Campuz Dunia

Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata Gaza dan Pembebasan Sandera

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Hamas mengumumkan menerima usulan gencatan senjata Gaza selama 60 hari, yang mencakup pembebasan setengah dari sekitar 20