Jakarta, TERITORIAL.COM – Tim para atletik Indonesia menuntaskan perjuangannya di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa pulang 22 medali. Raihan tersebut terdiri atas tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu.
Empat medali terakhir Indonesia dari cabang olahraga para atletik diraih pada Jumat (23/10/2026). Partin Muhlisin menyumbangkan satu emas, Ansyari dan Saptoyogo Purnomo masing-masing meraih perak, sedangkan Rica Oktavia menambah satu perunggu.
Partin menjadi atlet terakhir yang mempersembahkan emas bagi tim para atletik Indonesia. Ia tampil sebagai juara pada nomor lari 100 meter putra T63 dengan catatan waktu 12,37 detik di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium.
Sprinter asal Magelang, Jawa Tengah, tersebut juga memecahkan rekor Asian Para Games melalui penampilannya. Ia mengungguli atlet Thailand, Phalathip Khamta, yang finis di posisi kedua dengan waktu 12,72 detik.
“Alhamdulillah dapat mengulang medali emas lagi untuk Indonesia. Perasaannya luar biasa, senang sekali karena memang prosesnya juga sudah lumayan lama,” kata Partin seusai perlombaan.
Partin Pecahkan Rekor Asian Para Games
Kemenangan Partin menjadi penutup manis perjalanan tim para atletik Indonesia di ajang olahraga disabilitas terbesar se-Asia tersebut.
Catatan waktu 12,37 detik tidak hanya mengantarkannya ke podium tertinggi, tetapi juga memecahkan rekor Asian Para Games pada nomor yang diikutinya.
Keberhasilan ini menunjukkan hasil dari proses latihan dan persiapan panjang yang dijalani atlet sebelum berlaga di tingkat internasional. Partin pun menjadi salah satu penyumbang penting bagi pencapaian Indonesia di cabang para atletik.
Ansyari, Saptoyogo, dan Rica Tambah Medali
Selain emas dari Partin, Indonesia mendapatkan dua medali perak dan satu perunggu pada hari terakhir pertandingan para atletik.
Ansyari meraih perak pada nomor lempar lembing putra klasifikasi F40-41. Sementara itu, Saptoyogo Purnomo finis sebagai peraih perak dalam nomor lari 200 meter putra T37.
Rica Oktavia melengkapi perolehan medali Indonesia setelah meraih perunggu pada nomor lompat jauh putri T20.
Empat medali tersebut menambah koleksi tim para atletik Indonesia menjadi 22 medali selama kompetisi berlangsung.
Dua Emas Sebelumnya Pecahkan Rekor
Sebelum kemenangan Partin, tim para atletik Indonesia telah mengamankan dua medali emas lainnya melalui I Kadek Dwi Purwana Yasa dan Karisma Evi Tiarani.
Kadek meraih emas pada nomor lempar cakram putra F57, Selasa (20/10/2026). Prestasi tersebut semakin istimewa karena ia sekaligus memecahkan rekor dunia.
Sehari kemudian, Rabu (21/10/2026), giliran Karisma Evi Tiarani yang naik ke podium tertinggi. Ia menjadi yang tercepat dalam nomor lari 100 meter putri T63 dengan catatan waktu 14,59 detik.
Dengan tiga medali emas tersebut, tim para atletik memberikan kontribusi besar bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Indonesia Tempati Peringkat Kedelapan
Hingga pertandingan Jumat (23/10/2026), Indonesia berada di peringkat kedelapan klasemen sementara perolehan medali Asian Para Games 2026.
Kontingen Merah Putih mengoleksi total 71 medali, terdiri atas 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu.
Capaian tim para atletik menjadi bagian penting dari perjuangan Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara Asia lainnya. Tambahan medali dari para atlet menunjukkan kontribusi atlet disabilitas dalam memperkuat posisi Indonesia di ajang olahraga internasional tersebut.

