Figurin Headline

Profil Letjen Ariyo Windutomo, Jenderal TNI yang Ditunjuk Prabowo Gantikan Listyo Sigit di KSP

Letjen TNI Ariyo Windutomo ditunjuk menjadi Plt Kepala Staf Kepresidenan setelah Listyo Sigit diberhentikan (Ig/@herywijaya_68).

Jakarta, TERITORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (4/11/2026). Ariyo dipercaya mengisi posisi tersebut setelah Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatannya menyusul penetapan sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden.

Penunjukan Ariyo diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian Listyo Sigit. Untuk sementara, Ariyo ditunjuk menjalankan tugas sebagai Plt Kepala KSP hingga ada keputusan lebih lanjut.

Sebelum mendapat penugasan tersebut, Ariyo telah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) sejak November 2024.

Penunjukan ini membuat sosok Ariyo menjadi perhatian publik. Lantas, siapa Letjen TNI Ariyo Windutomo dan bagaimana perjalanan kariernya di lingkungan militer maupun pemerintahan?

Profil Letjen Ariyo Windutomo

Ariyo Windutomo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996. Ia satu angkatan dengan Mayjen TNI Deddy Suryadi yang kini menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro.

Sepanjang kariernya, Ariyo pernah menjalankan tugas di lingkungan TNI AD maupun Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Pengalamannya mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari bidang teritorial hingga administrasi dan pengawasan di lingkungan pemerintahan.

Salah satu penugasan awalnya adalah sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok sekitar 2011–2012. Setelah itu, ia juga pernah bertugas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih.

Kariernya kemudian berlanjut ke lingkungan Kementerian Pertahanan. Di kementerian tersebut, Ariyo pernah menjadi Analis Madya Biro Kepegawaian dan Kepala Bagian Kepegawaian.

Pernah Menjabat Kepala Biro Umum Kementerian Pertahanan

Salah satu jabatan penting yang pernah diemban Ariyo adalah Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.

Ia mulai menduduki posisi tersebut pada 28 Oktober 2022 hingga 1 April 2024. Saat itu, Ariyo masih berpangkat Kolonel Infanteri.

Pada Mei 2024, Ariyo termasuk dalam jajaran perwira tinggi TNI AD yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal atau jenderal bintang dua.

Sebelum masuk ke lingkungan Istana Kepresidenan, ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Satuan Pengawas (Kasatwas) Universitas Pertahanan (Unhan).

Pengalaman di berbagai lembaga tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Ariyo sebelum akhirnya mendapat tugas di lingkungan kepresidenan.

Ditunjuk Menjadi Kepala Sekretariat Presiden pada 2024

Karier Ariyo semakin mendapat perhatian ketika dipercaya menjadi Kepala Sekretariat Presiden pada 29 November 2024.

Ia menggantikan Heru Budi Hartono yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.

Sebagai Kasetpres, Ariyo bertanggung jawab mendukung penyelenggaraan kegiatan Presiden, termasuk urusan administrasi, pelayanan, dan koordinasi kegiatan di lingkungan Sekretariat Presiden.

Pada Maret 2026, Ariyo kembali memperoleh kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal atau jenderal bintang tiga.

Selain menjalankan tugas sebagai Kasetpres, ia juga dipercaya memegang sejumlah tanggung jawab lain di lingkungan pemerintahan.

Ariyo Windutomo Gantikan Listyo Sigit sebagai Plt KSP

Penunjukan Ariyo sebagai Plt Kepala KSP dilakukan setelah Presiden Prabowo memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan tersebut.

Keputusan itu menyusul penetapan Listyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara.

Selain Listyo, Bareskrim Polri juga menetapkan dua perwira tinggi lainnya sebagai tersangka, yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso.

Dengan penunjukan tersebut, Ariyo untuk sementara menjalankan tugas Kepala Staf Kepresidenan tanpa meninggalkan posisinya sebagai Kepala Sekretariat Presiden.

Pergantian ini menjadi salah satu perkembangan penting di lingkungan Istana Kepresidenan setelah mencuatnya kasus dugaan penyadapan yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Figurin

Mengenal Sepak Terjang Sjafrie Sjamsoeddin (Part 1)

Jakarta, Teritorial.Com – Siapa yang tidak kenal dengan sosok Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia di era
Figurin Nasional

Rektor UNHAN Dikukuhkan Menjadi Profesor

Jakarta, Universitas Pertahanan (Unhan) RI menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Tetap dan memberikan gelar profesor kepada Laksamana Madya