Jakarta, TERITORIAL.COM – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) buka suara mengenai pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. TNI menyebut pergerakan personel tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi di ibu kota.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, pengerahan pasukan merupakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam pelaksanaan tugas TNI.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan,” kata Nas saat dikonfirmasi pada Rabu (4/11/2026).
Meski begitu, Nas tidak menjelaskan secara terperinci tujuan khusus maupun jumlah personel yang dikerahkan. Ia juga meminta masyarakat tidak menghubungkan pergerakan pasukan tersebut dengan isu lain yang sedang berkembang.
“Enggak perlu dikaitkan dengan isu apa pun,” ujarnya.
Nas menegaskan, setiap prajurit TNI harus selalu siap menjalankan tugas untuk melindungi masyarakat, menjaga kedaulatan negara, dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab TNI yang harus dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
TNI AD dan Kodam Jaya turut memberikan penjelasan
Pernyataan Mabes TNI tersebut sejalan dengan penjelasan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono.
Donny mengatakan, TNI AD terus menjaga kesiapan satuan dan personel untuk menghadapi berbagai perkembangan situasi, termasuk di wilayah Jakarta.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Aturan tersebut menegaskan tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi keselamatan bangsa.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Jaya/Jayakarta Letkol Arh Noor Iskak menyebut pengerahan prajurit dari berbagai daerah merupakan kegiatan rutin untuk menjaga kesiapsiagaan satuan dan mengantisipasi perkembangan situasi di ibu kota.
Noor juga menjelaskan bahwa prajurit yang dikerahkan masih dalam posisi siaga di satuan masing-masing dan belum mendapatkan penempatan tugas khusus.
TNI AL benarkan pengerahan prajurit ke Jakarta
TNI Angkatan Laut (TNI AL) juga membenarkan adanya pergerakan personel dalam jumlah besar menuju wilayah Jakarta.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan, pengerahan tersebut dilakukan untuk menjalankan tugas negara sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
Selain itu, pergerakan pasukan berkaitan dengan persiapan sejumlah latihan militer yang akan berlangsung di wilayah sekitar Jakarta.
Latihan tersebut meliputi Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.
Meski telah membenarkan pengerahan personel, TNI AL belum memerinci jumlah prajurit yang dikirim maupun ancaman keamanan tertentu yang menjadi alasan penebalan pengamanan.
TNI sebut status kesiagaan masih normal
Dalam penjelasan lanjutan pada Kamis (5/11/2026), Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menyebut pengerahan tersebut berada dalam status Siaga 3 atau tingkat kesiapsiagaan paling dasar.
Pada tingkat ini, aktivitas satuan militer tetap berjalan normal seperti biasa, tetapi prajurit dikenai sejumlah pembatasan, salah satunya tidak diperbolehkan meninggalkan kota tempat bertugas.
Dengan demikian, TNI menyatakan pengerahan personel ke Jakarta tidak berarti seluruh prajurit berada dalam kondisi siaga tertinggi.
Pengerahan pasukan tersebut menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah situasi politik dan keamanan nasional yang sedang disorot. Meski demikian, hingga kini TNI belum menyampaikan adanya hubungan langsung antara mobilisasi prajurit dengan isu tertentu yang berkembang di masyarakat.
TNI menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian dari tugas institusi untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan mempertahankan keutuhan NKRI.

