Bersuara

Pancasila Jadi Kunci Hadapi Geopolitik Global

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pancasila Sebagai Benteng Tak Terbakar, Jaga Indonesia Hadapi Geopolitik Global yang Kompleks

Jakarta, 25 Maret 2026- Di tengah pusaran persaingan global yang meliputi berbagai bidang, mulai dari perang dagang, perebutan sumber energi, hingga dominasi teknologi digital, serta ketegangan yang kini melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin memanas, Indonesia diingatkan untuk tetap mengakar pada nilai-nilai Pancasila sebagai arah dan jangkar kedaulatan bangsa ditengah berbagi ancaman krisis yang akan dihadapi bangsa.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKA Usakti) Tubagus Robby Budiansyah, yang menegaskan bahwa konflik antara pihak-pihak tersebut menjadi contoh nyata bagaimana geopolitik global bisa mengganggu stabilitas kawasan bahkan dunia.

Menurutnya, dalam menghadapi situasi seperti ini, Pancasila bukan sekadar simbol sejarah, melainkan kompas moral yang mampu meneguhkan arah bangsa agar tidak terjebak dalam kepentingan kelompok tertentu atau terpancing pada ekstremisme apapun.

“Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran menunjukkan betapa pentingnya memiliki landasan yang kuat dalam menyikapi konflik internasional. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa menjaga kita agar tidak larut dalam arus materialisme global atau terpengaruh oleh narasi kekerasan yang sering menyertai konflik semacam ini. Sementara prinsip Kemanusiaan mengingatkan bahwa politik luar negeri kita harus berpijak pada keadilan universal, bukan pada kepentingan sempit semata, termasuk dalam mengupayakan resolusi damai dan perlindungan terhadap rakyat sipil yang menjadi korban utama konflik,” ujarnya.

Selain itu, Robby menekankan bahwa Persatuan Indonesia menjadi benteng utama menghadapi ancaman disintegrasi yang kerap dimanfaatkan pihak luar, terutama dalam konteks di mana konflik global cenderung memecah-belah negara berdasarkan identitas atau kepentingan ekonomi. Sementara nilai Kerakyatan dan Keadilan Sosial diharapkan menjadi landasan untuk membangun demokrasi yang berkeadaban serta pembangunan ekonomi yang merata bagi seluruh rakyat, sehingga Indonesia memiliki kekuatan internal yang kuat untuk menghadapi guncangan geopolitik.

Menurutnya, Bangsa ini perlu menunjukkan jati diri Pancasila ditengah kondisi lingkungan strategis dunia yang dinamis. Ideologi yang dijadikan dasar negara ini telah terbukti mampu bertahan dari berbagai ujian sejarah, mulai dari masa kolonialisme, era komunisme, hingga arus liberalisme yang berlebihan. Relevansinya tetap terjaga karena nilai-nilainya tidak hanya berakar pada budaya bangsa, namun juga terbuka terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam cara kita menyikapi konflik internasional seperti yang terjadi antara AS, Israel, dan Iran dengan sikap yang proporsional, berdikari, dan berlandaskan pada nilai kemanusiaan.

Namun demikian, Robby mengingatkan bahwa Pancasila hanya akan benar-benar berperan jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan atau dijadikan hiasan.

“Tantangan kita bersama adalah bagaimana menghadirkan Pancasila dalam praktik nyata-mulai dari pendidikan yang menanamkan karakter, politik yang bersih dan bertanggung jawab, ekonomi yang berkeadilan, hingga dalam interaksi sehari-hari yang menjunjung tinggi toleransi. Hal ini menjadi penting agar kita tidak mudah terpengaruh oleh dinamika konflik global yang bisa memicu perpecahan di dalam negeri,” jelasnya.

Di akhir paparannya, Robby menegaskan bahwa di era geopolitik global yang penuh dinamika, Pancasila adalah jangkar yang menjaga agar kapal besar bernama Indonesia tidak karam dihantam gelombang kepentingan dunia.

“Jika bangsa ini tetap setia pada nilai-nilai Pancasila, maka tak ada kekuatan global mana pun yang mampu menggoyahkan kedaulatan dan keutuhan kita, bahkan ketika menghadapi konflik skala besar seperti yang terjadi antara AS, Israel, dan Iran,” pungkasnya.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Bersuara

Cyber Army dan Cyber Militia

Terdapat beberapa kejadian di dunia maya yang dianggap oleh beberapa pihak sebagai suatu “perang siber”. Salah satu contoh yang menarik
Bersuara

Laut Cina Selatan Masa Depan Geostrategi Tiongkok

Disamping letaknya yang sangat strategis bagi jalur pelayaran Internasional, kekayaan akan sumber daya alam berupa kandungan minyak dan gas alam