Kembangkan Incinerator Portable untuk Atasi Sampah Rumah Tangga
Inovasi unggulan yang membawa Tim Gelora UGM meraih penghargaan tersebut adalah incinerator portable skala rumah tangga yang dilengkapi teknologi penyaringan karbon aktif. Alat ini dirancang sebagai alternatif pengelolaan sampah domestik yang lebih efektif, terutama untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia.
Berbeda dengan metode pembakaran terbuka yang berisiko menghasilkan polusi, alat tersebut menggunakan konsep closed combustion system atau sistem pembakaran tertutup. Teknologi ini dikombinasikan dengan filter berbasis karbon aktif yang berfungsi mengurangi pelepasan zat berbahaya dari proses pembakaran.
Pengembangan alat tersebut dilakukan oleh lima mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM, yaitu Amir Fren Afrizal, Rahma Alya Nabila Damayanti, Fa’iq Al-Baihaqi, Muhammad Lathif Adani, dan Muhammad Zulfa Azizi.
Melalui karya tersebut, Tim Gelora membuktikan bahwa persoalan sehari-hari dapat menjadi sumber lahirnya inovasi yang memiliki nilai manfaat besar. Tidak hanya dikembangkan untuk kebutuhan lokal, teknologi ini juga mendapat pengakuan dari komunitas akademik internasional.

Ketua Tim Gelora UGM, Amir Fren Afrizal, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Ia menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi global terhadap upaya tim dalam menciptakan solusi pengelolaan sampah domestik yang lebih mudah diterapkan.
“Kami merasa sangat terhormat bisa menerima Most Impact Award pada U21 RISE Awards. Proyek ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi yang praktis terhadap persoalan pengelolaan sampah domestik di Indonesia. Harapan kami, setiap rumah tangga dapat mengakses teknologi pengelolaan sampah yang lebih mudah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” ujarnya dalam keterangan yang dibagikan, Kamis (6/8).
Dapat Pendanaan untuk Pengembangan Teknologi
Atas keberhasilan tersebut, Tim Gelora UGM memperoleh pendanaan awal atau seed funding sebesar 2.000 dolar Amerika Serikat. Dana itu akan digunakan untuk meningkatkan kualitas produk, khususnya pada aspek keamanan, daya tahan, serta pengembangan penerapan teknologi agar dapat digunakan lebih luas.
Amir menjelaskan dukungan pendanaan tersebut menjadi peluang bagi tim untuk menyempurnakan inovasi sekaligus membuka kerja sama dengan berbagai pihak.
“Penghargaan dan dukungan pendanaan akan sangat membantu kami meningkatkan kualitas produk agar lebih aman dan tahan lama. Hal ini sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk memproduksi dan menerapkan inovasi ini dalam skala yang lebih luas,” jelas Amir.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menilai keberhasilan Tim Gelora menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UGM tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang baik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Menurut Hempri, UGM akan terus mendukung pengembangan inovasi mahasiswa melalui pendampingan, kolaborasi lintas bidang, serta penguatan ekosistem inovasi agar berbagai karya mahasiswa dapat berkembang menjadi solusi yang lebih matang dan berkelanjutan.
Selain Tim Gelora UGM, ajang U21 RISE Awards 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah proyek mahasiswa dari universitas anggota Universitas 21 lainnya. Penghargaan Most Potential Award diraih proyek Potastic dari University of Birmingham, Most Collaborative Award diberikan kepada La Raíz dari UC Chile, sementara People’s Choice for Innovation Award diraih Craftscape HK dari University of Hong Kong.

