TERITORIAL.COM, JAKARTA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menerjunkan kekuatan penuh untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sebanyak 1.919 personel gabungan dikerahkan secara masif untuk mengamankan jalannya ibadah dan perayaan di seluruh wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan peribadatan di ratusan vihara dapat berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di kawasan metropolitan tetap kondusif.
Operasi Pengamanan Terpadu: Sasaran 165 Lokasi Vital
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa operasi pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin hak beribadah setiap warga negara, tanpa terkecuali. Fokus utama pengamanan diarahkan pada 165 vihara dan klenteng yang tersebar di berbagai wilayah vital Jakarta, termasuk pusat-pusat keramaian etnis Tionghoa.
Detail Distribusi Pasukan
Total 1.919 personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari berbagai unsur, meliputi anggota kepolisian dari Satuan Tugas (Satgas) Polda Metro Jaya, Polres jajaran, dibantu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta unsur Pemerintah Daerah (Pemda) seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Baca juga : Warga Pamulang Timur Kembangkan Budidaya Lele
Pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam area vihara, namun mencakup sterilisasi lokasi, pengaturan arus lalu lintas di sekitar tempat ibadah, hingga patroli berskala besar di permukiman dan pusat perbelanjaan yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama libur Imlek.
“Kami menempatkan personel pada titik-titik rawan, mulai dari pintu masuk vihara hingga area parkir. Tujuannya ganda: memastikan keamanan fisik tempat ibadah dari ancaman kriminalitas, dan mengurai potensi kemacetan yang biasa terjadi saat jemaah memadati lokasi,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya.
Jaminan Keamanan Ritual dan Antisipasi Kriminalitas
Perayaan Imlek di Indonesia seringkali diiringi dengan berbagai ritual penting, seperti sembahyang malam pergantian tahun, pembakaran hio, hingga tradisi pertunjukan Barongsai yang menarik perhatian publik. Polda Metro Jaya telah menyusun strategi pengamanan yang spesifik untuk ritual-ritual ini.
Sterilisasi dan Protokol Keamanan Vihara
Sebelum perayaan utama dimulai, tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya akan melakukan sterilisasi di vihara-vihara besar untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Koordinasi erat telah dilakukan dengan pengurus vihara (Yayasan) untuk mengatur arus masuk dan keluar jemaah, terutama di vihara bersejarah yang memiliki kapasitas terbatas.
Selain pengamanan fisik, Polda Metro Jaya juga meningkatkan patroli siber untuk mengantisipasi penyebaran informasi palsu (hoaks) atau provokasi yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama menjelang dan selama perayaan.
Responsif terhadap Dinamika Lapangan
Mengingat perayaan Imlek 2026 bertepatan dengan masa transisi dan libur panjang, Polda Metro Jaya juga menekankan pentingnya responsibilitas dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Posko-posko keamanan terpadu telah didirikan di lokasi-lokasi strategis untuk memudahkan koordinasi dan laporan cepat dari masyarakat.
Diharapkan, dengan pengerahan hampir 2.000 personel ini, seluruh masyarakat Tionghoa dapat merayakan Tahun Baru Imlek, yang menandai harapan dan keberuntungan baru, dalam suasana penuh kedamaian dan toleransi.
Pengerahan ribuan personel gabungan oleh Polda Metro Jaya ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga kerukunan dan menjamin keamanan setiap perayaan keagamaan di ibu kota. Dengan fokus pengamanan pada 165 lokasi vital, aparat berharap situasi Kamtibmas tetap terkendali, sehingga perayaan Imlek 2026 dapat berjalan sukses, aman, dan menjadi momentum refleksi serta kebersamaan bagi seluruh elemen bangsa. Kehadiran personel ini menjadi simbol kehadiran negara dalam melindungi hak beribadah warganya.

