Daerahku Headline

DPR Soroti Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan

Bangkai Pesawat Kargo Pelita Air di Nunukan, Kalimantan Utara. (Doc. Andalas)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Insiden jatuhnya pesawat milik Pelita Air Service di wilayah Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026) memicu perhatian serius dari parlemen. Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap sistem keselamatan penerbangan nasional.

Menurut Mori, meskipun pesawat hanya membawa satu pilot tanpa penumpang, peristiwa itu tetap tidak bisa dipandang ringan. Setiap aktivitas penerbangan tetap berkaitan dengan keselamatan manusia dan keamanan ruang udara nasional, terlebih di wilayah perbatasan yang memiliki tingkat tantangan operasional lebih tinggi.

“Karena itu, standar keselamatan tidak boleh dikendurkan dalam kondisi apa pun. Kecelakaan pesawat tidak boleh terjadi secara terus-menerus. Ini menyangkut marwah transportasi Indonesia,” ujar Mori, Jumat (20/2/2026).

Minta Evaluasi Sistem Pengawasan Penerbangan

Mori menegaskan bahwa pemerintah bersama otoritas penerbangan harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan prosedur operasional penerbangan. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.

“Pemerintah dan otoritas penerbangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan standar operasional,” tegas Mori.

Ia menambahkan, aspek kelaikan pesawat, kompetensi awak, serta kesiapan prosedur darurat wajib dipastikan dalam kondisi optimal. Hal ini terutama krusial bagi penerbangan yang beroperasi di kawasan terpencil dan daerah perbatasan seperti Krayan, yang memiliki kondisi geografis dan cuaca lebih kompleks.

Selain itu, sistem navigasi penerbangan, pemantauan cuaca, serta infrastruktur pendukung lainnya harus diperkuat. Menurutnya, pengawasan berlapis dan peralatan yang memadai menjadi fondasi utama dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional.

Transparansi Investigasi Jadi Tuntutan

Mori juga meminta agar proses investigasi dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Ia menilai publik berhak mengetahui hasil penyelidikan guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang dibiarkan tanpa sanksi.

Apabila ditemukan unsur kelalaian atau ketidaksesuaian dengan standar operasional, ia mendorong agar penindakan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem transportasi udara Indonesia.

Kronologi dan Spesifikasi Pesawat

Diketahui, pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan armada charter yang dioperasikan Pelita Air Service. Pesawat tersebut jatuh di kawasan pegunungan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dalam insiden tersebut, pilot Capt Hendrick Lodewyck Adam dilaporkan meninggal dunia.

Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menjelaskan bahwa penerbangan tersebut merupakan layanan kargo yang mengangkut bahan bakar. Penerbangan dilakukan tanpa awak kabin maupun penumpang.

“Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki satu pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA,” ujar Patria, Kamis (19/2/2026).

Pesawat yang digunakan adalah tipe Air Tractor AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung melalui koordinasi dengan otoritas terkait guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya konsistensi penerapan standar keselamatan penerbangan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat risiko operasional tinggi.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr