TERITORIAL.COM, JAKARTA – Suasana Ramadan di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan kembali semarak dengan tradisi berbagi hidangan berbuka puasa secara cuma-cuma kepada masyarakat. Setiap sore menjelang magrib, pelataran samping masjid bersejarah tersebut dipenuhi aktivitas memasak yang dilakukan langsung oleh panitia. Aroma makanan yang menggoda menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.
Menjelang pukul 18.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan. Sebagian duduk berkelompok bersama keluarga di halaman masjid, sementara lainnya mengantre dengan tertib untuk memperoleh paket takjil. Tradisi ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti warga Medan selama bulan suci.
Budi Santoso (31), salah seorang pengunjung, mengaku senang bisa kembali merasakan suasana buka bersama di masjid tersebut. Ia mengatakan tahun ini atmosfernya terasa lebih ramai dibanding sebelumnya. “Tahun ini sangat meriah sekali. Pengunjung pun banyak. Ada berbuka takjil bersama di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan. Menu yang paling suka adalah bubur ayam,” katanya saat berbincang pada Minggu (22/2).
Ia berharap tradisi berbuka bersama tetap dilaksanakan pada Ramadan mendatang. “Insyaallah kayak gini juga, bubur ayam. Tidak mau ganti lain, tetap ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Menu Khas Bubur Sup dan Anyang Jadi Favorit
Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Hamdan, menjelaskan bahwa pelaksanaan buka puasa bersama tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Jumlah porsi yang disiapkan tetap sekitar 1.000 paket setiap hari, baik untuk disantap langsung di lokasi maupun dibawa pulang.
“Dari tahun kemarin dan tahun ini enggak ada perbedaan. Seperti tahun-tahun kemarin, kita siapkan lebih kurang 1.000 porsi untuk jemaah yang ingin berbuka puasa di sini dan yang membawa pulang makanan untuk keluarga,” ujar Hamdan.
Ia menambahkan, hidangan utama yang selalu dihadirkan memiliki cita rasa khas, yakni bubur sup yang dipadukan dengan anyang atau campuran sayuran segar. “Menu yang kita hidangkan itu bubur sup ditambah anyang (campuran sayuran), itu ciri khasnya,” imbuhnya.
Menurut Hamdan, animo masyarakat sangat tinggi. Sejak hari pertama Ramadan, seluruh porsi yang disediakan selalu habis setiap sore. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan berbagi takjil di Masjid Raya Al Mashun bukan sekadar rutinitas, melainkan sudah menjadi bagian dari tradisi kebersamaan warga Medan.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarjamaah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial selama bulan Ramadan. Di tengah kesibukan kota, momen berbuka puasa bersama di masjid menjadi ruang untuk berbagi, berdoa, dan memperkuat ikatan komunitas.

