Yogyakarta, Teritorial.com – Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan atau Christiano Tarigan menjadi perbincangan publik di medsos usai kecelakaan yang melibatkan mahasiswa UGM Argo Ericko Achfandi.
Netizen bahkan membongkar siapa sosok ayah dari Christiano Tarigan yang disebut berinisial SB Tarigan di platform X. Dan ternyata sosok penting di perusahaan besar.
Akun @noturbro_ mengunggah tangkapan layar profil linkedIn SB Tarigan yang disebut akun ini sebagai ayah dari Christiano.
Dari penelusuran publik dunia maya, SB Tarigan disebut sosok penting di F*FGroup.
Akun ini juga mengunggah sebuah percakapan dimana seabrek pengacara akan mendampingi Christiano dan sudah turun ke Yogyakarta.
“Ini bapaknya Christan kerja di Jakarta kalau gue liat dari LinkedIn. Logiknya lebih deket dia mengunjungi keluarga Argo yang juga di Jakarta daripada dia jauh-jauh ke Jogja membela anaknya. Nirempati maksimal,” tulis akun tersebut dalam cuitannya dilihat Senin (26/5).
Unggahan akun @noturbro_ dengan menaikkan tagar #JusticeForArgo menjadi trending di laman X hingga Senin malam.
Tagar #KeadilanUntukArgo dan #UsutTuntasKasusBMW juga ramai digunakan di media sosial.
Warganet mendesak agar proses hukum terhadap Christiano Tarigan berjalan transparan tanpa adanya intervensi, termasuk dari pihak keluarga yang memiliki posisi penting di perusahaan besar.
Kronologi BMW Tabrak Argo Ericko
Awalnya, Argo Ericko yang mengendarai motor Honda Vario berpelat nomor B 3373 PCG sedang melaju dari arah selatan ke utara. Ia lalu melambat untuk putar balik di simpang tiga Dusun Sedan.
Bersamaan dengan itu dari arah yang sama, dari belakangnya, melaju mobil BMW nomor polisi B 1442 NAC yang dikemudikan Christiano Tarigan.
Karena jarak yang dekat, pengemudi mobil BMW tidak bisa menghindar dan menabrak belakang Honda Vario.
Lalu, Vario itu terpental. Sementara BMW oleng dan menabrak mobil Honda CR-V bernomor polisi AB 1623 JR yang dikendarai pria berinisial TRR—mobil ini sedang parkir di tepi timur jalan.
Sementara Argo mengalami sejumlah luka di badannya, yang menyebabkan ia meninggal dunia.
“Mengalami luka cedera kepala berat, bibir atas sobek, paha kiri memar, lecet tangan kiri, meninggal dunia di tempat kejadian dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY,” kata Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto, Sabtu (24/5).

