TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemandangan tak biasa menyambut warga Desa Bawozaua, Kabupaten Nias Selatan, pada Senin (1/12/2025). Garis pantai yang biasanya bersih kini berubah menjadi hamparan ribuan batang kayu gelondongan yang terbawa arus laut.
Fenomena ini diduga kuat merupakan dampak dari bencana hidrometeorologi, berupa banjir dan tanah longsor, yang sebelumnya melanda daratan utama Sumatera.
Kepala Desa Bawozaua, Setuju Hati Harefa, menjelaskan bahwa sebelum mendarat di pantai, tumpukan kayu tersebut sempat terlihat mengapung di tengah laut. Saking banyaknya, material tersebut tampak menyerupai sebuah pulau dari kejauhan.
“Awalnya tampak seperti pulau dari jauh. Sekarang sudah terdampar menutupi sepanjang kurang lebih dua kilometer di pantai Desa Bawozaua,” ungkapnya saat memberikan keterangan kepada RRI. Material tersebut akhirnya menyentuh bibir pantai sekitar pukul 14.00 WIB akibat dorongan ombak besar.
Kehadiran ribuan kayu ini bukan sekadar pemandangan langka, melainkan membawa dampak serius bagi stabilitas desa.
Mulai dari aktivitas nelayan terhenti karena akses perahu menuju laut tertutup total oleh tumpukan kayu, hal ini juga menyebabkan lumpuhnya ekonomi lokal.
Tak hanya itu, kawasan pantai yang selama ini terjaga kini dipenuhi sampah kayu dalam kondisi mentah (belum terolah).
Tumpukan sepanjang 2 kilometer ini juga menyulitkan warga untuk beraktivitas di area bibir pantai.
Di tengah situasi sulit ini, sebagian warga berupaya mengambil sisi positif dengan memilah kayu-kayu yang masih berkualitas baik untuk dimanfaatkan. Namun, kepadatan material yang luar biasa membuat proses pembersihan secara swadaya menjadi sangat berat.
Setuju Hati Harefa secara tegas meminta pemerintah untuk segera turun tangan. Mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Sumatera Utara, ia berharap ada langkah konkret untuk menangani masalah sampah kiriman ini agar tidak merusak ekosistem dan ekonomi warga lebih jauh.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengawasi masalah sampah ini, terutama di tengah bencana dan cuaca ekstrem saat ini,” tegasnya.
(*)

