TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pesawat perintis milik PT Smart Cakrawala Aviation atau Smart Air dilaporkan menjadi sasaran penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden tersebut menyebabkan pilot dan kopilot pesawat meninggal dunia, sementara seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNR itu tengah menjalani penerbangan rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu. Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Tanah Merah pada pukul 10.38 WIT dan mendarat di Koroway Batu sekitar pukul 11.05 WIT.
“Sesaat setelah mendarat, pesawat mengalami penembakan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan laporan awal, pesawat mengangkut total 13 penumpang yang terdiri dari 12 orang dewasa dan satu bayi. Seluruh penumpang dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun, pilot dan kopilot pesawat dinyatakan meninggal dunia akibat tembakan.
Kementerian Perhubungan menyatakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke serta petugas dan satuan pelayanan yang berada di Bandar Udara Koroway Batu. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik serta menjamin keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, aparat keamanan juga bergerak menindaklanjuti peristiwa penembakan tersebut. Kepolisian disebut tengah melakukan konsolidasi dan koordinasi lintas satuan untuk menjangkau lokasi kejadian yang memiliki tantangan geografis dan akses terbatas.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa upaya pengamanan serta penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap pelaku dan motif penembakan. Aparat juga memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara distrik tersebut menjadi perhatian serius, mengingat bandara perintis memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Insiden penembakan pesawat perintis ini menjadi perhatian serius pemerintah terkait aspek keselamatan transportasi udara. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan juga menangani insiden lain di sektor penerbangan, salah satunya kronologi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan yang dipaparkan oleh Menteri Perhubungan.
Insiden ini menambah daftar tantangan keamanan penerbangan perintis di wilayah Papua, khususnya di daerah dengan akses terbatas yang sangat bergantung pada transportasi udara. Pemerintah bersama aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan pengamanan penerbangan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

