TERITORIAL.COM, JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai program strategis di sektor pertanian. Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah program cetak sawah rakyat yang bertujuan memperluas lahan produksi pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Program ini juga mendapat dukungan dari dunia pendidikan vokasi pertanian, termasuk Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa. Keterlibatan institusi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat dalam meningkatkan kapasitas produksi pertanian.
Pelaksanaan program tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman perdana yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026 di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari berbagai instansi, termasuk Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Amin turut didampingi oleh Pelaksana Tugas Direktur Polbangtan Gowa Sartika Juwita serta sejumlah pejabat daerah dan unsur pemerintah setempat yang ikut mendukung pelaksanaan program tersebut.
Target Ribuan Hektare Lahan Sawah Baru
Muhammad Amin menjelaskan bahwa program cetak sawah rakyat merupakan salah satu inisiatif yang didukung oleh dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Program ini berada di bawah pengelolaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Dalam tahap awal pelaksanaannya, program ini menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas sekitar 1.000 hektare di wilayah Kabupaten Gowa. Setelah itu, pemerintah merencanakan pengembangan tahap kedua dengan tambahan lahan sekitar 4.000 hektare.
Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, maka total luas cetak sawah rakyat yang dikembangkan di wilayah Gowa diperkirakan mencapai sekitar 5.000 hektare.
“Khusus di kawasan Parangloe ini terdapat sekitar 200 hektare lahan yang akan dikelola oleh Brigade Pangan. Harapannya, melalui dukungan CSR ini kita dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas wilayah tanam pertanian sehingga upaya swasembada pangan dapat terus berlanjut,” jelasnya.
Peran Penyuluh dan Generasi Muda
Menurut Muhammad Amin, keberhasilan program cetak sawah rakyat tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pertanian semata. Peran sumber daya manusia, terutama penyuluh pertanian dan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, juga menjadi faktor penting.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dan anak muda dalam program ini dapat membantu mempercepat transfer pengetahuan serta penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
“Dukungan para pihak, khususnya penyuluh pertanian, termasuk mahasiswa dan anak-anak muda perlu dioptimalkan dalam program cetak sawah ini demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya usai melakukan penanaman perdana.
Selain itu, para penyuluh pertanian juga diharapkan dapat memberikan pendampingan intensif kepada para petani yang terlibat dalam program tersebut. Pendampingan tersebut meliputi penerapan teknologi budidaya, pengelolaan lahan, hingga strategi peningkatan produktivitas hasil panen.
Program cetak sawah rakyat sendiri menjadi bagian dari strategi nasional yang sebelumnya telah diluncurkan pemerintah untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari agenda besar pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk memperkuat produksi pangan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan masyarakat, diharapkan program ini mampu meningkatkan luas lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

