Sediakan Penampungan Air,WIKA Aliri Air Bersih Untuk Salah Satu Desa Termiskin di Jawa Tengah

0

Wonosobo, Teritorial.Com – Genap sepekan, bak penampungan mata air dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (“WIKA”) mengaliri air bersih untuk warga Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Berada tepat di samping jalan desa menuju Bukit Selfie Desa Ropoh, bak penampungan tersebut tidak hanya mengaliri kebaikan untuk ratusan rumah di desa tersebut, tetapi juga untuk kepentingan pertanian dan perikanan desa.

“Alhamdulillah, keberkahan dari pengadaan sarana dan prasarana air betsih dari sumber mata air ini akan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, khususnya terkait bakal berkembangnya sektor lain karena keberadaan proyek CSR ini. Kami bekerjasama dengan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada yang juga menjadi inisiatornya,” ujar Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan WIKA saat meresmikan penggunaan bak penampungan (5/2) bersama Dewan Komisaris dan Manajemen WIKA, Dinas PU SDA dan aparat desa setempat.

Keceriaan tampak dari wajah warga desa yang sudah mulai merasakan tidak lagi kesusahan mencari air bersih, terutama ketika kemarau melanda. Dari pengakuan salah satu warga, bahwa selama ini jika ingin mendapatkan air, mereka harus mengantri dulu di mata air yang lokasinya lebih tinggi, dan jaraknya juga cukup jauh.

Sahman Jumeno, Kepala Desa Ropoh, sangat bersyukur dengan dibangunnya sarana dan prasarana air bersih ini, yang dapat menjamin ketersediaan air menjadi tercukupi dan jarak sumber air dengan rumah warga, tak menjadi halangan.

“Terimakasih kami ucapkan kepada WIKA yang telah membiayai pembangunan sarana dan prasarana air bersih ini, sekaligus kepada Universitas Gadjah Mada yang membangun instalansi hingga penyaluran ke warga desa. Tentunya kami berharap ke depan akan memunculkan pembangunan- pembangunan fasilitas lainnya untuk desa ini, “ungkap Sahman.

Yang istimewa dari pembangunan air bersih ini, meski dikerjakan dengan rancangan dari tim profesional dari UGM yang melalui berbagai tahapan; mulai dari mencari beberapa titik mata air, instalansi pipa penyaluran, penampungan hingga distribusi ke desa, pengerjaannya pun dilakukan secara bergotongroyong oleh warga saat pemasangan pipa-pipa.

Sejak tahun 2013 Desa Ropoh ditetapkan menjadi salah satu kategori desa paling miskin se-Jawa tengah. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, sehingga saat ini masih dibutuhkan prioritas pembangunan di desa tersebut. Dengan adanya sarana dan prasarana air bersih ini akan menjadi tumpuan untuk pengembangan sektor layanan air bersih, sanitasi lingkungan, wisata dan fasilitas pendidikan.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: