TERITORIAL.COM, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping disebut akan melakukan kunjungan ke Korea Utara pada pekan depan. Dilansir Yonhap News Agency dan dikutip The Telegraph, Xi diperkirakan tiba di Pyongyang paling cepat pada Senin, 25 Mei 2026, untuk bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Seorang pejabat senior Korea Selatan mengatakan pihaknya telah memperoleh informasi intelijen terkait agenda lawatan tersebut. Kunjungan Xi dinilai penting karena terjadi di tengah upaya membuka kembali komunikasi antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut sumber pemerintah Korea Selatan lainnya, Xi Jinping berpotensi mengambil peran sebagai mediator guna membantu memperbaiki hubungan Washington dan Pyongyang yang beberapa kali mengalami pasang surut sejak era pertama pemerintahan Trump.
Isu Nuklir Korea Utara Kembali Jadi Sorotan
Agenda kunjungan Xi berlangsung tidak lama setelah Donald Trump menyelesaikan lawatan kenegaraan selama tiga hari di Beijing pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Xi disebut memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya denuklirisasi Korea Utara.
Korea Utara diketahui masih sangat bergantung pada China dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi dan perdagangan. Di sisi lain, program nuklir Pyongyang kembali menjadi perhatian dunia internasional. Berdasarkan data dari Arms Control Association, Korea Utara diperkirakan telah memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir dan bahan yang cukup untuk memproduksi puluhan senjata tambahan.
Selain itu, negara tersebut juga disebut mempunyai rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat dan terus mengembangkan rudal balistik berbasis kapal selam. Pada 2023 lalu, Pyongyang bahkan menetapkan status negara nuklir ke dalam konstitusinya dan menyatakan posisi itu bersifat permanen.
Sebelum meninggalkan Beijing menggunakan Air Force One, Trump sempat mengklaim dirinya berbicara dengan Kim Jong-un, walau tidak menjelaskan isi komunikasi tersebut. “Anda tahu, saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim Jong-un,” ujar Trump. “Dia cukup tenang,” imbuhnya.
Trump juga pernah menyampaikan pada Agustus 2025 bahwa dirinya ingin kembali bertemu Kim sebelum akhir tahun. Ia bahkan beberapa kali menegaskan hubungannya dengan pemimpin Korea Utara tersebut berjalan baik sejak pertemuan bersejarah di 2019, saat Trump menjadi presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di Korea Utara.
Lawatan Xi Muncul Setelah Pertemuan dengan Putin
Rencana perjalanan Xi ke Pyongyang juga muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Beijing beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu, China dan Rusia mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti dominasi sejumlah negara dalam urusan global.
Kedua negara mengkritik praktik yang mereka sebut sebagai pendekatan “kolonial” dan memperingatkan risiko kembalinya “hukum rimba” dalam politik internasional. “Upaya sejumlah negara untuk secara sepihak mengelola urusan global, memaksakan kepentingan mereka kepada seluruh dunia, dan membatasi perkembangan berdaulat negara lain dalam semangat era kolonial telah gagal,” demikian isi deklarasi bersama kedua negara.
Xi Jinping juga menyebut kondisi global saat ini semakin rumit dan tidak stabil akibat meningkatnya praktik hegemoni sepihak. Selain membahas isu geopolitik, China dan Rusia turut menandatangani lebih dari 20 kesepakatan kerja sama di bidang militer, luar angkasa, hingga latihan pertahanan bersama.

