Jakarta, TERITORIAL.COM – Sekolah negeri di Jakarta mulai memiliki wajah baru setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan renovasi dan revitalisasi gedung pendidikan. Sejumlah sekolah kini dilengkapi fasilitas modern, mulai dari lift, perpustakaan, ruang belajar dengan layar pintar, hingga lapangan olahraga di atap gedung.
Perubahan ini terlihat di sejumlah sekolah yang bangunannya telah direhabilitasi secara menyeluruh. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan siswa.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, fasilitas sekolah negeri yang telah diperbaiki tidak kalah dibandingkan dengan sekolah di luar negeri. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan uang pajak untuk kepentingan masyarakat.
“Kalau kemudian kita melakukan secara transparan, terbuka, dan betul-betul uang pajak itu kita gunakan dengan baik, itulah hasilnya,” ujar Pramono dalam acara penandatanganan kerja sama badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan perangkat daerah di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).
Pada hari yang sama, Pramono meninjau hasil rehabilitasi SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kedua sekolah tersebut kini memiliki fasilitas yang lebih modern, termasuk layar pintar atau smart board di ruang kelas.
SMKN 55 Jakarta Punya Gedung Enam Lantai dan Lapangan di Atap
Salah satu sekolah yang mengalami perubahan besar adalah SMKN 55 Jakarta di Pademangan, Jakarta Utara. Gedung baru sekolah tersebut dirancang bertingkat untuk menampung berbagai kegiatan belajar, mulai dari pembelajaran teori hingga praktik kejuruan.
Bangunan enam lantai itu dilengkapi empat unit lift, lima titik tangga, toilet ramah difabel, kamera pengawas atau CCTV, serta sistem keselamatan kebakaran berupa alarm terintegrasi dan hidran.
Pembagian ruangan disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang tersedia di sekolah. Lantai dasar dan lantai satu digunakan untuk praktik Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Sepeda Motor (TSM).
Lantai dua dimanfaatkan untuk praktik Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) serta ruang manajemen sekolah. Sementara itu, lantai tiga digunakan untuk praktik Desain Komunikasi Visual (DKV). Adapun lantai empat hingga enam diperuntukkan bagi ruang kelas teori.
Fasilitas yang menarik perhatian berada di bagian atap gedung. Area tersebut dilengkapi lapangan basket dan futsal yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga siswa.
Kepala SMKN 55 Jakarta Djamilah juga menyebut area atap itu direncanakan untuk kegiatan urban farming, yakni pemanfaatan lahan perkotaan untuk bercocok tanam. Program tersebut diharapkan dapat mendukung penghijauan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi siswa.
SMKN 55 Jakarta diketahui memiliki sekitar 769 siswa yang terbagi dalam 22 rombongan belajar.
Perubahan bangunan turut dirasakan oleh para siswa. Luna Aliya (17), siswi kelas XI jurusan DKV, mengaku senang dengan suasana gedung baru yang lebih luas dan modern. Ia juga menyoroti kondisi toilet yang bersih dan nyaman.
Fasilitas Sekolah Dilengkapi Lift dan Toilet Ramah Difabel
Pembangunan sekolah bertingkat tidak hanya diterapkan di jenjang SMK. Sejumlah sekolah dasar di Jakarta Pusat juga mendapatkan gedung baru dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Pembangunan tersebut mencakup SDN Kampung Bali 01; SDN Pasar Baru 01, 03, dan 05 beserta TK Negeri Sawah Besar 01; SDN Duri Pulo; SDN Karang Anyar; SDN Cikini; serta sejumlah unit pendidikan lain yang masuk dalam paket pembangunan di wilayah Jakarta Pusat.
Proyek yang didanai melalui APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2024 tersebut ditujukan untuk mengganti atau memperbaiki bangunan sekolah lama yang sudah tua maupun tidak lagi layak digunakan.
Selain ruang kelas, fasilitas yang disediakan mencakup laboratorium, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet ramah difabel, lift, dan lapangan olahraga.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman. Lift dan toilet ramah difabel juga membantu meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Pemprov DKI Rampungkan 18 dari 19 Sekolah
Program renovasi sekolah di Jakarta terus berjalan secara bertahap. Berdasarkan keterangan terbaru Pramono pada 12 Oktober 2026, sebanyak 18 dari 19 sekolah yang masuk dalam program revitalisasi telah selesai dikerjakan.
Satu sekolah yang masih dalam proses penyelesaian adalah SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Pemprov DKI melaporkan bahwa 16 dari 19 gedung sekolah yang menjadi target renovasi tahun anggaran 2025 telah rampung. Program tersebut mencakup lima wilayah administrasi Jakarta dengan total anggaran Rp876,7 miliar.
Sekolah yang masuk dalam program renovasi tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Pekerjaan meliputi perbaikan bangunan serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Perbedaan angka penyelesaian tersebut mencerminkan perkembangan laporan pada waktu yang berbeda. Adapun angka 18 sekolah selesai merupakan keterangan yang disampaikan Pramono pada 12 Oktober 2026.
Pembangunan SDN Cipete Utara 01 Sempat Terkendala
SDN Cipete Utara 01 menjadi salah satu proyek yang mengalami hambatan selama proses pembangunan. Menurut Pramono, kendala muncul setelah konsep pembangunan berubah di tengah pengerjaan.
Semula, gedung sekolah direncanakan memiliki empat lantai. Namun, kemudian muncul rencana untuk mengubahnya menjadi bangunan multifungsi atau mixed-use dengan tambahan sekitar 20 lantai.
Perubahan rencana tersebut berdampak pada kelanjutan pembangunan hingga pekerjaan sempat terbengkalai. Pemprov DKI akhirnya memutuskan untuk memprioritaskan penyelesaian gedung sekolah agar bisa segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pramono menegaskan, pembangunan gedung sekolah harus diselesaikan terlebih dahulu, sedangkan rencana bangunan multifungsi tidak dilanjutkan.
Ia menargetkan seluruh proyek revitalisasi sekolah yang masuk dalam program 2025–2026 dapat diselesaikan pada November 2026.
Sekolah Negeri Gratis, 103 Sekolah Swasta Juga Dibiayai Pemprov
Selain memperbaiki fasilitas fisik sekolah, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Pada 2026, sebanyak 103 sekolah swasta masuk dalam program sekolah gratis yang didanai pemerintah daerah. Program ini mencakup jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga sekolah luar biasa (SLB) di lima wilayah administrasi Jakarta.
Berdasarkan keterangan resmi Pemprov DKI, program tersebut memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp253,6 miliar pada 2026. Pendanaan diberikan kepada sekolah penerima lanjutan dan sekolah yang baru bergabung dalam program.
Kebijakan ini melengkapi berbagai bantuan pendidikan lain, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Melalui perbaikan gedung dan perluasan akses pendidikan, Pemprov DKI berupaya menyediakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa. Pemerintah berharap fasilitas yang semakin baik dapat mendukung proses belajar sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Jakarta untuk berprestasi.

