Jakarta, TERITORIAL.COM – PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan investasi senilai US$250 juta atau sekitar Rp4,47 triliun di perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK).
Investasi tersebut dilakukan melalui pembelian saham preferen konvertibel yang diterbitkan HighPeak dalam beberapa tahap. Melalui transaksi ini, DIM akan mendapatkan eksposur terhadap aset migas HighPeak yang berada di Midland Basin, West Texas, bagian dari kawasan Permian Basin.
HighPeak merupakan perusahaan migas yang berbasis di Fort Worth, Texas. Perusahaan tersebut berfokus pada akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi cadangan minyak mentah serta gas alam.
Danantara menyebut investasi ini sebagai bagian dari strategi untuk memperluas portofolio energi Indonesia di pasar internasional. Sementara bagi HighPeak, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan guna mendukung pengembangan aset serta kegiatan pengeboran.
“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia,” ujar CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).
Permian Basin Sumbang 48% Produksi Minyak AS
Permian Basin merupakan kawasan penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat. Berdasarkan data EIA, wilayah yang mencakup Texas bagian barat dan New Mexico bagian tenggara tersebut menghasilkan sekitar 6,6 juta barel minyak per hari pada 2025, atau sekitar 48% dari total produksi minyak mentah AS. Produksinya meningkat sekitar 4% dibandingkan 2024 yang berada di level 6,3 juta barel per hari.
Pertumbuhan produksi Permian Basin dalam beberapa tahun terakhir turut ditopang penggunaan teknologi pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing atau fracking. Teknologi tersebut memungkinkan produsen mengakses cadangan minyak dan gas dari formasi batuan bawah tanah secara lebih optimal.
Menurut Danantara, pengalaman pengembangan lapangan migas di kawasan tersebut juga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pengembangan lapangan migas darat di Indonesia, terutama yang sudah memasuki fase matang dan masih memiliki potensi peningkatan produksi.
Ada Program Pelatihan untuk Tenaga Kerja Indonesia
Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan investasi. Setelah transaksi ditutup, HighPeak akan menyiapkan program pelatihan dan penugasan bagi tenaga kerja Indonesia.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis serta membuka peluang pertukaran pengetahuan di bidang operasi migas.
Selain itu, berdasarkan kesepakatan investasi, DIM akan memiliki sejumlah hak sebagai pemegang saham preferen. DIM mendapatkan perlindungan terhadap penurunan nilai investasi serta kesempatan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai perusahaan melalui konversi saham preferen menjadi saham biasa.
DIM juga memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui private placement. Selain itu, DIM akan menunjuk satu perwakilan untuk duduk di jajaran direksi HighPeak.
Pandu mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung transfer pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Pandu.
Total Investasi HighPeak Capai US$450 Juta
Investasi Danantara merupakan bagian dari transaksi yang lebih besar di HighPeak. Selain DIM, PT Energi Mega Persada Tbk melalui anak usahanya, PT Tunas Harapan Perkasa, juga berkomitmen menanamkan US$200 juta.
Dengan demikian, total investasi dari kedua investor Indonesia tersebut mencapai sekitar US$450 juta.
Dalam dokumen yang disampaikan HighPeak kepada regulator pasar modal AS, kedua investor akan membeli saham preferen konvertibel Seri A dengan tingkat dividen 6% dan tanpa tanggal jatuh tempo. HighPeak juga menyiapkan fasilitas kredit baru senilai US$800 juta sebagai bagian dari aksi refinancing perusahaan.
HighPeak mengatakan transaksi tersebut akan memberikan tambahan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan untuk menjalankan strategi pengembangan asetnya.
Presiden dan CEO HighPeak Michael Hollis menyebut kerja sama dengan DIM dan EMP akan mendukung pengembangan aset perusahaan, termasuk perluasan program pengeboran.
Di sisi operasional, HighPeak mencatat rata-rata volume penjualan sekitar 45.456 barel setara minyak per hari pada enam bulan pertama 2026. Dari jumlah tersebut, produksi minyak mentah rata-rata mencapai 29.884 barel per hari.

