Wisata Bukit Mas Surabaya Kebut Pembangunan Klaster Chelsea Fase 2

0

Surabaya, Teritorial.com – Wisata Bukit Mas Surabaya di bawah perusahaan properti Sinarmas Land meluncurkan hunian tapak bernama Klaster Chelsea bagi generasi milenial. Landed house ini berada di harga sekitar Rp1,5 miliar dan Rp2 miliar.

Head of Sales and Promotion Sinar Mas Land Surabaya, Arvina Syawir memproyeksikan potensi pasar segmen hunian bagi milenial ini masih sangat amat besar, terutama untuk hunian seharga Rp1,5 miliar.

“Generasi yang paling banyak sekarang adalah generasi milenial. Jadi mau nggak mau memang target marketnya adalah seperti itu dan kemudian juga kebanyakan kan millenial sekarang kan maunya praktis,” terangnya saat presentasi di Club House Wisata Bukit Mas, Kamis (22/6/2023).

Arvina menjelaskan, optimisme itu seiring dengan data permintaan sektor properti di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya yang pada tahun ini kian tumbuh stabil.

Pada 2022 lalu, tercatat sektor real estate telah menyumbang cukup besar bagi pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur. Geliat pertumbuhan properti yang menjanjikan di Surabaya mendorong Sinarmas Land sebagai holding untuk mengembangkan Klaster Chelsea Wisata Bukit Mas tersebut.

Arvina Syawir optimistis potensi penjualan akan tinggi karena melihat respon pasar terpantau positif sejak peluncuran Januari 2023 lalu.

“Kami menangkap peluang itu. Jadi kami rasa pasti akan bisa dimakan sama pasar,” ungkapnya.

Sinarmas Land mulai memasarkan hunian fase kedua setelah selesai perkiraan pada akhir Juli mendatang. Penjualan Klaster Chelsea fase 2 akan memasarkan 78 unit rumah dua lantai dengan desain compact dan teknologi modern.

Arvina menargetkan keseluruhan unit terjual hingga akhir tahun nanti. Apalagi, Klaster Chelsea Wisata Bukit Mas berada di lokasi pintu masuk utama dan dekat dengan jalan raya.

“Fase pertama penjualan Chelsea mencapai target, sehingga kami siap meluncurkan fase dua penjualan pada bulan Juli,” tandasnya.

Hal tersebut, kata Arvina, menunjukkan bahwa Wisata Bukit Mas menjadi salah satu pilihan hunian nyaman dengan nilai investasi tinggi di Kota Surabaya. Ini terjadi karena faktor inovasi produk maupun fasilitas, serta pertumbuhan infrastruktur yang begitu pesat.

Usung Konsep Bring The Nature Home

Project Division Head Sinarmas Land Surabaya, Aditya Sutantio turut merasakan kebangkitan properti dengan penjualan produk Sinarmas Land di Surabaya. Antara lain, Highrise Klaska Residence dan landed house seperti Wisata Bukit Mas pada tahun ini.

Itu merupakan hasil penerapan nilai improvement inovasi produk. Bukan hanya kenyamanan tapi juga healthy living melalui penyiapan fasilitas infrastruktur kesehatan.

“Belajar dari pandemi kemarin maka kita baru sadar bahwa selama ini banyak celah di mana kita bisa eksplorasi bukan hanya kenyamanan hunian tapi juga kesehatan,” kata Aditya.

Head of Wisata Bukit Mas Mario Kurniawan turut mengungkapkan hingga saat ini perusahaan telah melengkapi berbagai macam fasilitas dan dua club house di Area Wisata Bukit Mas.

“Saat ini lokasi tersisa tinggal 7 hektare di bagian paling depan,” ujarnya.

Sinarmas Land serius menggarap sisa lahan dengan menggenjot pembangunan Klaster Chelsea bagi milenial dengan tagline Bring The Nature Home. Lengkap dengan private club house khusus untuk penghuni. Hunian ini juga sudah menerapkan sistem smart home dan smart door lock di setiap unit pintu.

Setiap rumah dilengkapi dengan master bedroom yang luas. Kemudian juga ada fitur Day Bed yang dapat digunakan untuk bekerja, beristirahat dan dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan kecil nantinya bagi para penghuni. Chelsea juga menerapkan post-pandemic features berupa kotak pos dan penerimaan paket yang dilengkapi dengan UV sterilizer.

Guna melengkapi kebutuhan rekreasi penghuni, klaster Chelsea juga dilengkapi dengan fasilitas umum outdoor facilities. Seperti outdoor gym, area taman luas, jogging track, area bermain anak, lapangan basket 3-on-3, green belt park, serta clubhouse dengan kolam renang khusus bagi para penghuni.

“Klaster Chelsea kami rancang dengan pertimbangan kehidupan pasca pandemi dan dilengkapi dengan fasilitas 360֯ Green Belt Park untuk menghadirkan suasana alam hijau nan sejuk,” ucapnya.

Kehadiran Klaster Chelsea ini sekaligus melengkapi kemewahan Wisata Bukit Mas berkonsep perumahan Eropa. Penghuni bisa menikmati kualitas hidup di rumah dan lingkungan hijau untuk mendukung gaya hidup tenang, nyaman, serta refreshing.

Penghuni hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju pintu tol dan 5 menit menuju supermall, supermarket, serta fasilitas umum lain seperti sekolah, universitas, dan rumah sakit. Lokasi ini berada tepat di sisi Middle West Ring Road (MWRR) yang saat ini masih tahap pengembangan.

Namun Klaster Chelsea ini bukan merupakan klaster terakhir karena masih ada tiga produk lain dari Sinarmas Land Wisata Bukit Mas.

“Kami asumsikan mungkin tahun depan bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Produk tersebut antara lain cluster residensial 140 unit dan komersial area.

Entitas Bisnis Catat Market Cap USD 4 Miliar

Bisnis properti Sinarmas Land memang kian menggurita. Tak hanya dalam negeri namun juga Asia dan Eropa. Mulai London, Cina, Malaysia, dan Singapura. Bahkan Sinarmas Land membidik Amerika Serikat dalam waktu dekat lewat pembangunan berbasis smart property.

Sinarmas Land sendiri terdiri dari empat entitas. Sinarmas Land Limited, Duta Pertiwi, BSD City dan Pura Delta Lestari.

“Total market cap dari empat entitas ini mencapai USD 4 miliar,” terang Head Corporate Sinarmas Land Atikah Sunarya saat presentasi di Surabaya.

Keempat entitas bisnis Sinar Mas Land tersebut menyediakan beragam produk. Mulai dari kota mandiri, perumahan, kawasan komersial dan industri, hotel hingga resor wisata. Salah satunya perumahan berskala kota atau township.

Atikah Sunarya mengatakan salah satu township tersebut berada di Wisata Bukit Mas Kawasan CBD Surabaya yang kini juga mengembangkan hunian tapak Klaster Chelsea bagi segmen market milenial.

Klaster Chelsea Wisata Bukit Mas Surabaya tersedia dalam beberapa tipe yaitu Tipe Peony dengan luas tanah 55 meter persegi dan luas bangunan 77 meter persegi. Sedangkan Tipe Norway dengan luas tanah 66 meter persegi dan luas bangunan 89 meter persegi dapat dimiliki dengan harga mulai dari Rp1,5 miliar dan Uang Tanda Jadi (UTJ) hanya Rp20 juta.

Share.

Comments are closed.