Nasional

12 Kendaraan Tempur AAV Buatan AS Tiba, Marinir Diperkuat

JAKARTA, Teritorial.com – Korps Marinir TNI Angkatan Laut menerima 12 kendaraan tempur AAV (Assault Amphibious Vehicle) buatan Amerika Serikat sebagai bagian dari modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Kendaraan tempur amfibi tersebut merupakan pengiriman tahap pertama dari total 35 unit yang disiapkan untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Marinir.

Sebanyak 12 unit AAV tiba di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (22/9/2026). Setelah proses pembongkaran, kendaraan tersebut kemudian diangkut menggunakan truk oplegger menuju Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Proses pemindahan dilakukan dengan pengamanan khusus untuk menjaga kondisi kendaraan selama perjalanan.

12 AAV Jadi Tahap Awal Pengadaan 35 Unit

Kedatangan kendaraan tempur AAV tersebut menjadi bagian dari pemenuhan 35 unit yang akan memperkuat unsur Kavaleri Korps Marinir. Pada Rabu (23/9/2026), Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi juga meninjau langsung 12 unit AAV yang telah berada di Garase Menkav 1 Marinir, Cilandak.

Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Korps Marinir, perwakilan Korps Marinir Amerika Serikat, Kementerian Pertahanan RI, serta unsur terkait lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi awal kendaraan setelah tiba di Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana menyebut kedatangan AAV merupakan bagian dari penguatan kemampuan operasi amfibi. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung pergerakan pasukan dari wilayah laut menuju pantai dan kemudian melanjutkan manuver ke daratan.

Dengan karakter tersebut, kendaraan tempur AAV memiliki fungsi penting bagi satuan yang menjalankan operasi pendaratan amfibi. Selain membawa personel, kendaraan ini memberikan perlindungan lapis baja selama mobilisasi dari laut menuju darat.

Spesifikasi Kendaraan Tempur AAV M-35

AAV M-35 menggunakan mesin diesel Cummins V903 dengan tenaga mencapai 525 horsepower. Kendaraan dengan bobot sekitar 23 ton tersebut memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, dan tinggi 3,26 meter.

Di daratan, kendaraan ini mampu melaju hingga 75 kilometer per jam. Sementara itu, ketika beroperasi di perairan, kecepatannya mencapai sekitar 15 kilometer per jam. AAV juga dirancang untuk menghadapi kondisi laut hingga Sea State 5.

Dari sisi kapasitas, AAV dioperasikan oleh tiga personel awak. Kendaraan tersebut dapat membawa hingga 21 prajurit infanteri Marinir beserta perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan operasi.

Kemampuan bergerak di dua lingkungan tersebut membuat AAV memiliki fungsi berbeda dibanding kendaraan tempur yang hanya digunakan di darat. Ranpur ini dapat mendukung rangkaian pergerakan pasukan sejak dari laut, melewati wilayah pantai, hingga menuju sasaran di daratan.

Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi Marinir

Kedatangan AAV menambah armada kendaraan pendarat amfibi yang dimiliki Korps Marinir. Sebelumnya, Korps Marinir telah menerima kendaraan tempur LVT-7A1 dari Korea Selatan pada 2009. Kehadiran AAV menjadi bagian dari upaya memperbarui dan memperkuat kemampuan kendaraan tempur amfibi yang digunakan satuan tersebut.

Pengadaan 35 unit AAV dilakukan secara bertahap. Dengan masuknya 12 unit tahap pertama, proses pemenuhan kendaraan tempur tersebut masih akan dilanjutkan untuk mencapai jumlah yang telah ditetapkan.

Bagi Korps Marinir, kemampuan kendaraan pendarat menjadi salah satu unsur penting dalam operasi amfibi. Karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan sarana yang dapat mendukung mobilitas pasukan dari laut menuju wilayah daratan.

Dengan demikian, penambahan AAV tidak hanya berkaitan dengan jumlah alutsista, tetapi juga dengan kemampuan membawa personel, perlindungan selama mobilisasi, serta fleksibilitas pergerakan antara medan laut dan darat.

Kehadiran 12 kendaraan tempur AAV M-35 tersebut menjadi bagian dari modernisasi alutsista Korps Marinir TNI AL. Pemenuhan hingga 35 unit selanjutnya akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung kebutuhan operasi amfibi dan kemampuan Resimen Kavaleri Korps Marinir.

Kontributor

About Author

You may also like

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS