TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperingati hari jadinya yang ke-74 pada 16 April 2026. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan mengusung tema “Garda Senyap untuk Negeri”, yang mencerminkan peran strategis pasukan dalam menjaga kedaulatan negara secara senyap namun efektif.
Rangkaian kegiatan peringatan digelar secara beragam dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari prajurit hingga masyarakat. Berdasarkan keterangan resmi, perayaan diawali dengan sejumlah kegiatan seperti lomba mural, car free day, hingga ziarah ke taman makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Selain itu, kegiatan inti berupa upacara peringatan juga digelar dengan penuh khidmat. Upacara ini menjadi simbol refleksi perjalanan panjang Kopassus sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1952 hingga saat ini.
Demonstrasi Kemampuan dan Peneguhan Komitmen
Dalam upacara tersebut, Kopassus menampilkan berbagai kemampuan unggulan yang menjadi ciri khas pasukan baret merah. Mulai dari kesiapsiagaan pasukan, atraksi bela diri, hingga defile prajurit yang menunjukkan disiplin dan kekompakan.
Tak hanya itu, momen kebersamaan dengan masyarakat juga ditampilkan melalui kegiatan interaksi di atas kendaraan taktis, yang menggambarkan kedekatan antara prajurit dan rakyat.
Salah satu bagian penting dalam upacara adalah pembacaan kembali ikrar prajurit komando. Ikrar ini menjadi pengingat atas komitmen utama para prajurit untuk selalu mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Di bawah kepemimpinan Panglima Kopassus, prajurit komando terus meneguhkan komitmennya sebagai perisai tegaknya bangsa,” tulis Penkopassus.
Syukuran dan Penghargaan untuk Prajurit
Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini menjadi ajang mempererat hubungan antara prajurit, keluarga, serta seluruh elemen yang tergabung dalam keluarga besar Kopassus.
Panglima Kopassus, Djon Afriandi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh prajurit serta dukungan keluarga dan organisasi Persit yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Kopassus.
Acara syukuran juga diisi dengan pemberian potongan tumpeng kepada prajurit berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka. Selain itu, diserahkan pula tali asih kepada keluarga besar prajurit sebagai wujud kepedulian dan solidaritas internal.
Perayaan HUT ke-74 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan solidaritas di lingkungan Kopassus dalam menjalankan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

