TERITORIAL.COM, JAKARTA – Perubahan struktur di lingkungan militer kembali terjadi seiring mutasi terbaru TNI yang membawa nama Agus Widodo ke posisi yang lebih tinggi. Perwira tinggi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan tersebut kini mendapatkan kepercayaan untuk mengisi jabatan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN).
Kenaikan jabatan ini juga ditandai dengan perubahan pangkat yang kini disandang Agus Widodo. Ia telah mengenakan tanda kepangkatan bintang tiga atau letnan jenderal saat menjalankan sejumlah agenda resmi. Momen tersebut terlihat ketika ia turut menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (3/5/2026).
Konfirmasi Resmi dan Riwayat Karier
Keesokan harinya, Senin (4/5/2026), Agus kembali terlihat dalam agenda penyambutan di lingkungan Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, ia masih menggunakan pangkat barunya sebagai letnan jenderal. Dilansir dari laporan Republika, informasi terkait perubahan posisi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Rico Ricardo Sirait.
Rico membenarkan adanya pergantian jabatan di posisi tersebut serta memastikan bahwa Agus Widodo mendapatkan promosi sebagai Wakil Kepala BIN. Meski demikian, hingga saat ini proses serah terima jabatan (sertijab) disebut masih belum dilakukan secara resmi. “Beliau (Pak Agus Widodo) diangkat menjadi Waka BIN,” kata Rico kepada Republika.
Dalam catatan kariernya, Agus Widodo dikenal sebagai lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995 yang telah menempati berbagai posisi strategis. Sebelum dipercaya sebagai Dirjen Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan, ia pernah menduduki jabatan Wakil Asisten Operasi Bidang Kesiapan Operasi KSAD. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap serta Wakil Komandan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad.
Di posisi barunya, Agus Widodo akan menggantikan Imam Sugianto yang telah memasuki masa purna tugas. Pergantian ini menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh Badan Intelijen Negara guna menjaga kesinambungan kinerja lembaga tersebut.

