Pilkada 2018: Kerawanan Tinggi, Awasi Birokrat

0

Jakarta, Teritorial.com- Kekhawatiran terhadap stabilitas politik dalam negeri kian dirasakan jelang Pilkada serentak 2018. Bukan tanpa sebab, karena Pilkada nanti akan sangat “beraroma” Pilpres 2019.

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie S.H saat menjadi narasumber bertajuk Dialetika & Pengajian Konstitusi ICMI Untuk Media di Gendung Energi Indo, Jalan Proklamasi Jakarta (6/12), kepada teritorial.com mengatakan bahwa tahun politik sudah di depan mata, Pilkada serentak 2018 dilanjutkan Pilpres di tahun berikutnya.

Jimly merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Sekarang ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sejak Juni 2012 dari lembaga yang sebelumnya bernama Dewan kehormatan KPU yang juga ia pimpin pada tahun 2009 dan 2010.

Jimly menjelaskan kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah karena kemungkinan besar akan terjadi tingkat kerawanan yang tinggi. “Tingkat kerawanan pasti tinggi apalagi ini kan sudah menjelang Pemilu 2019, pemilihan pertama kali yang kita adakan secara serentak antara Pilkada kemudian berlanjut Pilpres”, jelasnya.

Bagi Jimly, masalahnya nantinya menumpuk di 2019, karena 2018 tidak murni hanya sebatas pilkada serentak, semua pihak akan menaruh kepentingan di 2019. “Menjadi tidak lagi sebatas Pilkada nantinya karena semuanya pasti main kayu tuh untuk ke 2019”, ujarnya.

“Yah memang sudah tahunya semuanya berlangsung di daerah-daerah besar seperti Jawa Barat yang sampai saat ini belum jelas, ada lagi tuh Jawa Tengah yang biasanya paling anteng ada kemungkinan berubah, Sumut, Sumbar, Jatim, Bali NTT, NTB Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara Sampe Papua dan lainnya pokonya ada 18 provinsi kan”, terangnya.

Tingkat kerawananya juga diperparah dengan besarnya kemungkinan birokrat yang saat ini masih menjadi tangan dan kakinya para kandidat Incumbent seperti yang terdapat di beberapa daerah, salah satunya Papua. “Apalagi seperti di Papua kan ada kandidat Incumbent disana sudah pasti itu kemungkinan besar yah birokrat nanti bisa saja kan ikut main juga”, ungkapnya. (SON)

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: