Bedah Buku Puisi Karya Jurnalis

0

Jakarta, Terotorial.com – Derasnya arus budaya globalisasi  telah banyak menggerus tradisi kebudayaan lokal negeri ini. Dampak negatif yang ditimbulkan, telah masuk dalam tataran kronis, dimana banyak generasi muda yang kurang peduli  terhadap kebudayaan  negeri merah putih ini.

Namun begitu semangat yang tidak ada henti-hentinya terus digelorakan oleh sejumlah aktivis budayawan di Indonesia. Atas dasar tersebut, peluncuran dan bedah buku antologi Niswasa, berisi puisi-puisi karya Jurnalis budaya dilaksanakan di Gedung Balai Budaya Jakarta, Jalan Gereja Theresia No. 47, pada (11/12/2017).

Ditemani geremecik tetasan air hujan, lantunan-lantunan syair, puisi pun diperdengarkan oleh sejumlah seniman yang hadir. Ketua Dewantara Center Syahnagra Ismaill yang juga merupakan seniman pelukis, kepada teritorial.com menekankan pentingnya acara kebudayaan untuk mengingatkan masyarakat agar kembali pada budaya.

“karena budaya merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, memberikan jiwa dan membangaun karakter.  Karena biar bagaimanapun seni atau kesenia akan mempertajam hati nurani kepekaan”. Ujar Ketua Dewantara Center itu.

Sebagai aktiivis kebudayaan, Syahnagra mengapresiasi teman-teman yang hadir walaupun ditengah derasnya hujan yang mengguyur Ibu Kota ternyata tidak menyulutkan semangat para peserta. Bedah Buku yang dihadiri para budayawan, seniman pelukis, wartawan budaya, fotographer berjalan hikmat.

Dewantara Center  yang juga sebagai pihak penyelengara Bedah Buku tersebut turut menghadirkan pembicara yakni Remy Sylado (budayawan), Frans Ekodhanto Purba (jurnalis), dan Dr. Bagus Takwin, M. Hum dengan moderator penyair Sihar Ramses Simatupang.

Acara Diskusi dan Bedah Buku, Dewantara Center

Sebanyak 13 jurnalis budaya dari berbagai media di Jakarta yang puisi-puisinya tergabung di buku Niswasa ini. Karya sastra dan pers adalah bagian tak terpisahkan. Dewantara Center adalah organisasi yang mengangkat kembali cita-cita kebudayaan dan kebangsaan KI Hajar Dewantara.

“Ke depan acara kebudayaan semacam ini tidak hanya di Jakarta, Dewantara Center akan memperluas ke berbagai daerah-daerah lainnya se Indonesia, untuk mengingatkan kembali akan budaya nasional yang sekarang ini sudah hampir terlupakan”. Ujar Syahnagra yang juga seniman pelukis. (SON)

 

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: