Daerahku

Abu Janda Permadi Arya Diusir Saat Siaran Langsung TV, Siapa Dia dan Apa Saja Kontroversinya?

Abu Janda Permadi Arya Diusir Saat Siaran Langsung TV, Siapa Dia dan Apa Saja Kontroversinya?

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Abu Janda Permadi Arya kembali menyita perhatian jutaan warga Indonesia. Kali ini bukan karena cuitan di media sosial, melainkan sebuah insiden memalukan yang terjadi secara langsung di depan kamera — ia diusir dari studio iNews TV oleh presenter senior Aiman Witjaksono di tengah berlangsungnya talkshow Rakyat Bersuara, Selasa malam, 10 Maret 2026.

Dalam hitungan jam, klip pengusiran itu menyebar ke seluruh penjuru internet dan langsung menjadi topik hangat yang diperbincangkan luas.

Debat Geopolitik yang Berubah Jadi Kekacauan

Program Rakyat Bersuara malam itu mengangkat tema besar: “Peran AS-Israel Vs Iran Meluas, Kita Harus Bagaimana?”

Hadir sebagai narasumber antara lain pakar hukum tata negara Feri Amsari dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti. Abu Janda turut diundang sebagai salah satu pembahas.

Sejak awal, Abu Janda mengambil posisi yang berbeda dari mayoritas peserta diskusi. Ia secara terang-terangan membela Amerika Serikat dan mengkritik sikap anti-AS yang menurutnya terlalu dominan di kalangan masyarakat Indonesia.

Ia bahkan menarik argumen ke ranah sejarah:

“Amerika itu punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang ingatnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang.”

Feri Amsari Bicara Soal “Utang Sejarah” ke Palestina

Ketegangan mulai memanas saat Feri Amsari memaparkan argumen historis tentang mengapa Indonesia secara konsisten berpihak pada Palestina. Ia menyebut bahwa bangsa Palestina turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui jalur diplomasi dan donasi sejak 1945 — sebuah utang sejarah yang tak bisa diabaikan.

Baca juga : Polbangtan Gowa Ikut Perkuat Swasembada Pangan

Argumen itu tak sempat tuntas disampaikan. Abu Janda memotong pembicaraan dengan nada keras dan langsung menuduh pernyataan Feri sebagai hoaks, dengan alasan bahwa pada 1945 negara Palestina belum berdiri secara resmi.

“Ngga ada, ngga ada hutang sama Palestina, utang apaaan bang, lu jangan ngaco.”

Situasi semakin memburuk ketika Abu Janda terus-menerus menyela narasumber lain dan menggunakan pilihan kata yang dianggap tidak pantas untuk forum resmi. Feri Amsari pun secara eksplisit meminta Aiman selaku moderator untuk bertindak.

Aiman Witjaksono Ambil Langkah Tegas: “Kalau Tidak Bisa Tertib, Keluar!”

Aiman Witjaksono — yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi iNews — awalnya berupaya meredam suasana. Namun ketika kondisi benar-benar di luar kendali, ia akhirnya bertindak tegas:

“Kalau Anda tidak bisa tertib, keluar!”

Dan Abu Janda pun benar-benar dikeluarkan dari sesi tersebut. Merespons pengusiran itu, ia justru menjawab dengan santai:

“Gak usah lu usir, dengan senang hati, gue pergi.”

Respons tersebut bukannya meredakan situasi — justru semakin memicu reaksi keras dari warganet di berbagai platform media sosial.

Mengenal Lebih Dekat Abu Janda Permadi Arya

Di balik kontroversinya yang panjang, Abu Janda bukanlah orang tanpa latar belakang. Nama aslinya Heddy Setya Permadi, lahir 14 Desember 1973 di Cianjur, Jawa Barat.

Berikut perjalanan hidupnya secara ringkas:

  • 📚 Pendidikan: Diploma Ilmu Komputer dari Informatic IT School, Singapura (1997); Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton, Inggris (1999)
  • 💼 Karier awal: Lebih dari satu dekade berkiprah di dunia korporasi — dari perusahaan sekuritas, perbankan swasta, hingga industri tambang batu bara (1999–2015)
  • 🗳️ Terjun ke politik: Aktif sebagai relawan dan influencer pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019
  • 📱 Identitas publik: Dikenal luas sebagai pegiat media sosial yang vokal soal isu intoleransi dan radikalisme

Deretan Kontroversi yang Mewarnai Namanya

Insiden di iNews TV hanyalah satu dari sekian panjang daftar kontroversi Abu Janda Permadi Arya. Sepanjang kariernya di ruang digital, ia berulang kali berurusan dengan aparat penegak hukum.

Kasus-kasus yang Pernah Menjerat Abu Janda:

  • 2021 — Cuitan “Agama Arogan”: Pernyataannya di Twitter yang menyebut Islam sebagai agama arogan karena dianggap mengabaikan kearifan lokal memicu badai kemarahan dari berbagai ormas Islam. Ia pun dipanggil dan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.
  • Laporan KNPI: DPP KNPI melaporkannya atas dugaan ujaran bernada rasisme yang ditujukan kepada Natalius Pigai, eks Komisioner Komnas HAM.
  • Kontroversi Bendera: Ia dilaporkan atas unggahan terkait bendera yang dinilai menyinggung simbol-simbol syariat Islam.
  • Perseteruan dengan Tokoh Agama: Tak sedikit ulama dan tokoh agama yang pernah bersitegang dengannya secara terbuka di ruang publik.

Jabatan Komisaris BUMN yang Menuai Tanda Tanya

Pertengahan 2025 lalu, publik sempat diramaikan oleh kabar pengangkatan Abu Janda sebagai Komisaris di salah satu anak perusahaan BUMN bidang jalan tol. Langkah ini langsung menuai kritik keras dari berbagai kalangan yang meragukan relevansi latar belakangnya dengan posisi tersebut.

Ia merespons polemik itu dengan tenang, meminta doa restu dari masyarakat agar dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya.

Reaksi Publik: Aiman Dipuji, Abu Janda Dikecam

Sejak klip pengusiran beredar pada Rabu, 11 Maret 2026, respon publik mengalir deras. Mayoritas warganet memberikan apresiasi kepada Aiman Witjaksono yang dinilai berani menjaga marwah diskusi publik dari perilaku tidak beretika.

Sebaliknya, Abu Janda Permadi Arya kembali menjadi sasaran kritik luas atas sikapnya yang dianggap tidak menghormati sesama narasumber maupun forum debat secara keseluruhan.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak: ruang diskusi publik — sekecil apapun — mensyaratkan etika, kesabaran, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Abu Janda boleh jadi adalah salah satu tokoh paling polarisasi di Indonesia saat ini. Sebagian mengaguminya karena keberaniannya bersuara. Sebagian lainnya menilai gaya komunikasinya justru lebih banyak membakar daripada menerangi. Yang pasti, namanya nyaris tak pernah sepi dari perbincangan publik.

Donnydev

Donnydev

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr